SKK Migas Terus Atasi Penurunan Produksi Migas

SKK Migas Terus Atasi Penurunan Produksi Migas

INILAH, Jakarta - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak Dan Gas Bumi (SKK Migas) mengakui saat ini masih terjadi penurunan produksi minyak dan gas bumi (Migas).

Namun, laju penurunan produksi migas kian mengecil, setelah dilakukan beberapa upaya untuk menekannya.

Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto mengatakan, jika tidak melakukan upaya untuk menekan laju penurunan produksi migas, rasio penurunan produksi migas mencapai 20 persen. Namun sejak 2015 penurunan produksi migas dapat ditekan menjadi 3 persen.

"Saat ini di posisi pernah 800 ribu barel per hari, periode decline (penurunan produksi) sampai sekarang ada," kata Dwi di Jakarta, Minggu (21/7/2019).

Kata dia, upaya untuk menekan laju penurunan produksi migas di antaranya menerapkan teknologi Enhance Oil Recovery (EOR) pada sumur migas yang sudah tua. Cara ini bertujuan untuk meningkatkan produksi Minyak.

"Beberapa langkah, meliputi beberapa kelompok, rutin work program, EOR dan hasil eksplorasi," Kata dia.

Upaya berikutnya adalah menerapkan masa trasisi dalam pergantian operator blok migas, operator baru dibolehkan ikut mengelola blok migas Sebelum kontrak operator lama habis. Hal ini Telah diterapkan pada pengelolaan Blok Mahakam dan juga akan diterapkan di Blok Rokan.

Adapun Realisasi lifting minyak dan gas bumi (Migas) sampai semester I 2019 belum mencapai target. Atau baru 89% dari target APBN sebesar 2 juta barel setara minyak per hari (boepd).

Demikian dipaparkan oleh Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Mugas) saat menyampaikan perolehan lifting di semester I 2019 ini.

Adapun rinciannya adalah total lifting Migas sebesar 1,8 juta BOEPD. Dengan rincian lifting minyak 752 ribu barel per hari (bopd) dan lifting gas 1,06 juta boepd. (Inilah.com)