Narkoba Duduki Kasus Tertinggi Ditangani Kejati Jabar

Narkoba Duduki Kasus Tertinggi Ditangani Kejati Jabar

INILAH, Bandung - Dibandingkan dengan perkara lain, kasus penyalahgunaan narkoba masih mendominasi perkara yang ditangani Bidang Pidana Umum (Pidum) Kejati Jabar. Pada enam bulan pertama 2019 ini, total kasus narkoba terhitung sebanyak 169 perkara.

"Narkoba masih paling tinggi. Ini perlu perhatian dan penanganan bersama," kata Kajati Jabar Raja Nafrizal dalam rilis terkait Hari Bhakti Adhyaksa ke-59 di kantor Kejati Jabar, Senin (22/7/2019).

Selain paling banyak perkara, menurutnya narkoba pun sudah merambah ke anak-anak seusia sekolah. Termasuk yang akhirnya merambah ke tindak pidana lainnya yang dilakukan si anak. Bahkan, mereka jadi sering terlibat tawuran antarpelajar yang menimbulkan luka berat hingga kematian.

Setelah kasus narkoba, perkara yang jumlahnya masih cukup tinggi yaitu perlindungan anak. Khususnya pencabulan dan persetubuhan terhadap anak. Bahkan, banyak dilakukan ayah tiri dan ayah kandung. Mengenai korban, dia menyebutkan banyak yang masih umur di bawah 10 tahun. 

"Perkara perlindungan anak yang kami tangani selama enam bulan ini sebanyak 161 kasus," ujarnya.

Sebagai solusi, Raja menuturkan sebaiknya dilakukan penyuluhan atau penerangan hukum secara intensif dan terpadu. Langkah itu perlu melibatkan Biro/Bagian Hukum Pemda, Kejaksaan, Kepolisian, BNN, Kemenag/Tokoh Agama, dan Kemdiknas.

Secara total untuk perkara tindak pidana umum yang ditangani Kejati Jabar dan Kejaksaan Negeri (Kejari) se-Jabar berjumlah 7.885 untuk penerimaan tahap pertama dan diselesaikan sebanyak 5.035 perkara. Dari jumlah itu kemudian dilanjutkan dengan penyerahan tahap dua sebanyak 4.284 perkara. 

"Sedangkan berkas perkara yang masuk ke tahap penuntutan yakni sebanyak 4.922 perkara dan telah diselesaikan sebanyak 4.693 perkara," jelas Raja. (Ahmad Sayuti)

Loading...