Tekan Kebocoran Air, PDAM Tirta Pakuan Tambah 85 DMA

Tekan Kebocoran Air, PDAM Tirta Pakuan Tambah 85 DMA
Foto: Rizki Mauludi

INILAH, Bogor - PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor siap menambah puluhan Distric Meter Area (DMA). Ini dilakukan untuk mengurangi kebocoran atau menekan angka kehilangan air. Anggaran yang disediakan untuk pengadaan alat itu sekitar Rp51 miliar.

Dirut PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor Deni Surya Sanjaya mengatakan, dana tersebut bersumber dari Bantuan Provinsi (Banprov) Jawa Barat. Saat ini, PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor memiliki lima DMA di beberapa zona pelayanan.

Dia mengatakan, turunnya anggaran tersebut saat ini tengah proses di tingkat. Singkatnya, DMA itu akan membuat satu sistem untuk menekan titik kebocoran.

"Kami sudah buat tim khusus dan pelatihan, sudah ada lima DMA terpasang. Nantinya, ditambah 85 titik DMA agar lebih termonitor," ungkap Deni kepada INILAH, Senin (22/7/2019).

Deni menjelaskan, langkah tersebut dilakukan setelah realisasi penambahan kapasitas debit air kepada pelanggan. Saat ini, di wilayah kerjanya terdapat SPAM Katulampa. Namun, hal lain untuk menekan kehilangan air masih harus dilakukan karena angkanya lebih dari 31%. 

"Banyak hal yang menyebabkan kita kehilangan air. Pertama, tekanan cukup tinggi karena sistem gravitasi. Kedua, karena masih adanya pipla lama yang terpasang. Sejauh ini, baru 35 km pipa lama yang diganti. Masih ada 105 km yang harus diganti pipa jenis AC. Pergantian pipa yang harus dilakukan di antaranya jalur Tangkil dan nanti di pusat Kota, Jalan Otista, Ahmad Yani, Jalan Merak dan Suryakencana," jelasnya.

Dia mengakui, dana untuk pergantian pipa itu menghabiskan anggaran hampir Rp20 miliar sehingga dilakukan pergantian secara bertahap. 

Sementara itu, Direktur Teknik PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor Syaban Maulana menuturkan pihaknya mendapatkan bantuan keuangan Rp51 miliar untuk pengadaan DMA. 

"Dibandingkan dengan meter induk untuk satu zona, dengan sistem DMA itu zona dibagi kembali menjadi kluster. Satu kluster setiap 2.000 rumah dipasang DMA hingga ada monitoringnya," tutur pria yang akrab disapa Ade.

Ade menjelaskan, gedung pelayanan PDAM Tirta Pakuan juga akan direnovasi dan dijadikan empat lantai, sehingga nanti digedung baru ada comment center di kantor PDAM. Nantinya masalah akan termonitor langsung di command center. 

"Kluster tempat yang bermasalah langsung terlihat. Nantinya, ada warning apabila tekanan drop ataupun hal-hal yang menjadi gangguan. Dengan modal peralatan, satu kluster Rp500 juta diantaranya untuk meter air, sensor, pengatur tekanannya, alat monitoring dan softwarenya," bebernya.

Ade menegaskan, dengan anggaran yang ada itu sedikitnya bisa menambah 85 DMA yang titiknya dipilih secara acak. Sejauh ini, angka kebocoran per tahun mencapai 6.500 titik dengan titik pipa kecil hingga besar. 

"Targetnya, angka kehilangan air ini bisa ditekan menjadi 20% dari saat ini yang masih 31%," pungkasnya. (Rizki Mauludi)