Kekeringan Melanda 120 Hektar Lahan Pertaninan Kab. Bandung

Kekeringan Melanda 120 Hektar Lahan Pertaninan Kab. Bandung
Ilustrasi/Antara Foto

INILAH, Bandung- Dinas Pertanian Kabupaten Bandung mendata, sebanyak 120 hektar lahan pertanian mengalami kekeringan. Sebanyak 89 hektar mengalami kekeringan ringan, 27 hektar kekeringan sedang dan 4 hektar kekeringan berat.

"Kekeringan berat ada 4 hektar terdapat di Ciparay dan Baleendah. Sedangkan  70 hektar lainnya masih bisa ditangani dengan melakukan pompanisasi," kata Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bandung, Tisna Umaran kepada wartawan di Soreang, Senin (22/7/2019). 

Selain itu, lanjut Tisna, sebanyak 990 hektar lahan pertanian berusia 1 hari yang tersebar di 31 kecamatan terancam mengalami kekeringan. Namun begitu masih terdapat petani yang tetap menanam padi meski musim kemarau.

"Di Rancaekek sekarang baru menaman karena melihat air masih ada dan bisa dibantu dengan. pompanisasi. Tapi kalau Agustus sumber air kering dan air hujan belum ada bisa terkena kekeringan. Petani bilang sih ini mah untung untungan saja," katanya. 

Tisna melanjutkan,  total lahan pertanian di Kabupaten Bandung yang ada mencapai 7937 hektar. Sedangkan lahan perkebunan yang mengalami kekeringan relatif sedikit. Sebab di lahan tersebut pemilik pasti tidak akan berspekulasi ketika tidak punya ceboran air.

Terkait dengan harga komoditas cabai yang tinggi, dirinya mengatakan jika harga menjadi mahal disebabkan musim kemarau dan luas area pertanian yang berkurang. Selain itu, mayoritas pertanian tidak optimal mendapatkan air sehingga kualitas berkurang.

"Sayuran hampir semua naik harga. Karena kemarau dan luas area tanaman berkurang. Nah ketika luasan berkurang tentunya akan berpengaruh terhadap kualitas dan kuantitas hasil pertanian," ujarnya. (Rd Dani R Nugraha).