Setelah Tsunami, Lulusan SMK Jabar yang Berani Melaut di Ishinomaki

Setelah Tsunami, Lulusan SMK Jabar yang Berani Melaut di Ishinomaki

INILAH, Bandung – Kesempatan magang bagi lulusan SMK dari Jawa Barat untuk magang di Ishinomaki, Jepang, naik tiga kali lipat. Salah satunya, karena warga setempat ogah jadi nelayan.

Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Jawa Barat, Jafar Ismail, menyebutkan Ishinomaki merupakan salah satu kota di Jepang yang mayoritas penduduknya adalah nelayan. Mereka menggantungkan hidup di sektor perikanan.

Tapi, generasi muda di kota tersebut lebih tertarik bekerja di bidang lain. Jarang di antara mereka yang mengekor pada profesi orang tuanya sebagai nelayan.

“Di sana juga sempat terjadi gempa tsunami pada tahun 2011. Setelah itu tidak ada nelayan yang mau ke laut lagi, apalagi anak mudanya,” imbuh Jafar di Kota Bandung, Selasa (23/7/2019). 

Sementara usai MoU pada 2007 lalu, nelayan dari Jabar antusias untuk mencari peruntungan di kota tersebut. Dengan kehadiran sumber daya manusia (SDM) asal Jabar otomatis industri perikanan di Ishinomaki pun hidup kembali. Jika sebelumnya dialokasikan slot untuk 100 orang, kini melonjak jadi 300 orang.

Sejak 2007, Jabar dan Ishinomaki menjalin kerja sama di mana saat ini sudah ada 22 angkatan lulusan SMK yang magang menjadi nelayan di Jepang. 

“Lama magangnya kan selama 3 tahun, kemudian sekarang ada aturan baru yang makin mempermudah lulusan SMK kita untuk bekerja di sana,” ujar Jafar.

Menurut Jafar, Ishinomaki meminta Pemprov Jabar untuk meningkatkan jumlah nelayan yang akan magang sebanyak tiga kali lipat. Jumlah itu berdasarkan kebutuhan yang diajukan oleh pihak Jepang tersebut. 

"Karena mereka akan membuka lapangan kerja atau menambah kebutuhan nelayan kita yang ada di sana menjadi tiga kali lipat. Kalau sekarang sudah ada 100 orang nanti akan ditambah menjadi 300 orang yang akan ada di Jepang," paparnya. (rianto nurdiansyah)