KPH Malang Padamkan Karhutla di Gunung Panderman

KPH Malang Padamkan Karhutla di Gunung Panderman
Foto: Net

INILAH, Malang - Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Perhutani Malang memadamkan api di Gunung Panderman di dalam wilayah kerja Perum Perhutani Divisi Regional Jawa Timur, Senin (22/7/2019). Luas hutan yang terbakar sampai dengan saat ini sekitar 60 Ha. Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) tersebut terjadi di hutan dengan status fungsi Hutan Lindung.

Secara keseluruhan, Hutan Lindung pada petak 227 tersebut memiliki luas 164,4 Ha. Adapun jarak hutan dari perkampungan sekitar 5 Km. Dilihat dari sebaran titik api, penyebab kebakaran diduga karena faktor alam. Tiga titik api yaitu titik api di Parang Putih dan Tingsen merupakan api skala kecil dan sudah dapat dipadamkan. Begitupun dengan api yang berada di titik Puncak telah berhasil dipadamkan. Area terbakar pada hutan lindung tersebut sebagian besar pada tanaman bawah, serasah dan ilalang.

Pemadaman api dilakukan dengan membuat sekat bakar ringan serta pembakaran terbalik pada lokasi yang terjangkau. Untuk lokasi yang terjal dan sulit terjangkau serta api skala besar belum bisa dipadamkan secara konvensional hingga Senin (22/7/2019) sore pukul 15.00 WIB.

Selanjutnya pada Selasa (23/7/2019), penanganan lanjutan akan dilaksanakan dengan titik kumpul di Rach Megastar. Apel penanganan karhutla akan dilaksanakan pukul 07.00 WIB dengan fokus penanganan menggunakan metode sekat bakar dengan estimasi panjang 5 Km dan lebar 3 m, serta metode pembakaran terbalik.

Pada penanganan Karhutla esok hari, akan dilakukan penambahan personil antara lain Perhutani KPH Malang 30 orang, BPBD 50 orang, LMDH 90 orang, KTH Pandean dan LPL Bumi Hijau 15 orang, serta unsur TNI dan Polri. Personil membawa peralatan berupa cangkul, garuk, sabit dan parang. Sementara itu, kekurangan peralatan akan disiapkan oleh Perhutani dan BPBD. Strategi taktikal akan disampaikan saat apel dengan melihat situasi terkini Karhutla. (INILAHCOM)