Kantung Parkir Truk Tambang Jadi Solusi Kemacetan?

Kantung Parkir Truk Tambang Jadi Solusi Kemacetan?
Ilustrasi/Reza Zurfwan

INILAH, Parungpanjang- Pemkab Bogor melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bogor akan segera membangun kantung parkir truk tambang di daerah perbatasan Kabupaten Tanggerang dengan Kabupaten Bogor.

Kantung parkir  pinjaman dari Perhutani tersebut memiliki luas 6,7 hektare dan bisa menampung ratusan atau ribuan truk tambang. Nantinya, diharapkan kemacetan di Parung Panjang, Kabupaten Bogor hingga ke wilayah Kabupaten Tanggerang  pun bisa terurai.

"Kami sudah bertemu dengan pihak Perhutani dan menunggu persetujuan Gubernur Jawa Barat dengan Gubernur Banten untuk menetapkan lahan Perhutani tersebut (di Desa Ciomas, Tenjo dan Desa Jagabaya, Parungpanjang) sebagai kantung parkir truk tambang," ujar Kepala Dishub Kabupaten Bogor Ade Yana Mulyana kepada wartawan, Kamis (25/7/2019).

Mantan Camat Klapanunggal ini menambahkan selain membuat kantung parkir truk tambang jajarannya juga akan mensinkronkan jam tayang truk tambang dengan Pemkab Tanggerang.

"Pemkab Tanggerang kan sudah menerapkan jam tayang dari pukul 22.00 hingga 05.00 WIB sesuai Peraturan Bupati (Perbup) Tanggerang nomor 46 tahun 2018 dan kita juga akan buat jam tayang dari pukul 21.00 hingga 04.00 WIB, dalam waktu dekat jam tayang tersebut akan kami tuangkan dalam Perbup Bogor," tambahnya.

Terpisah, Sekda Kabupaten Bogor Burhanudin menuturkan dirinya optimis rencana pembangunan kantung parkir truk tambang disetujui oleh Pemprov Jawa Barat maupun Pemprov Banten.

"Perhutani sudah membuka diri agar kita dapat menggunakan lahannya, saya yakin rencana ini tidak hanya disetujui oleh Pemprov Jawa Barat dan Pemprov Banten, tetapi juga oleh Kementerian Perhubungan. Karena dengan adanya kantung parkir ini bisa mengurai kemacetan lalu lintas yang selama ini menjadi masalah kita bersama," tutur Burhan.

Mengenai jalur atau jalan khusus tambang, setelah Pemprov Jawa Barat melalui Dinas Bima Marga dan Pengairan (DBMP) membuat kajian atau feasibility study (FS) maka di sisa tahun 2019 ini akan dilanjutkan dengan membuat Detail Engineering Design (DED) jalan khusus tambang.

"DBMP Provinsi Jawa Barat saat ini masih membuat DED jalan khusus tambang dan semoga pembangunan fisiknya bisa mulai dibangun atau digunakan pada tahun 2020 mendatang," tukas mantan Asisten Pemeruntahan dan Kesejahteraan Rakyat ini. (Reza Zurifwan).