Traveloka Masuk Bisnis Umrah? Begini Penjelasannya

Traveloka Masuk Bisnis Umrah? Begini Penjelasannya
Ilustrasi/Inilahkoran

INILAH, Jakarta - Informasi terkait dua unicorn yakni Traveloka dan Tokopedia (Toped) akan masuk bisnis umroh, bikin heboh banyak kalangan. Termasuk mengundang respons keras dari DPR, berupa penolakan.

Atas kabar tersebut, Sufintri Rahayu, PR Director Traveloka melalui surat elektronikk kepada INILAHCOM, Jakarta, Kamis (25/7/2019), memberikan penjelasan begini. Pada Rabu (3/7/2019), Traveloka dan Tokopedia diundang menemani Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo) Rudiantara, kunjungan kerja ke Kerajaan Saudi Arabia (KSA).

Dalam kunjungan ini, dibahas berbagai hal, termasuk penandatanganan MoU kerja sama strategis dalam rangka menambahkan pengalaman maksimal di sektor umrah, melalui digitalisasi.

"Dikarenakan topik ini, Kementerian Komunikasi dan Informasi merasa Traveloka dan Tokopedia dapat menjadi narasumber yang baik untuk melalukan sharing informasi," papar Sufintri.

"Sebagai perusahaan teknologi asal Indonesia, kami merasa terpanggil untuk mendampingi sebagai nara sumber sekaligus juga bangga atas kesempatan yang diberikan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (Kemkominfo) untuk terlibat dalam inisiatif digitalisasi Umrah.

Tujuan dari inisiatif ini, kata Sufintri, semata-mata untuk memudahkan masyarakat Indonesia yang akan menjalankan ibadah Umrah. "Kami berharap kedepannya, dengan adanya kemudahan pada digitalisasi perjalanan umrah, akan semakin banyak orang Indonesia yang dapat melaksanakan ibadah umrah," ungkapnya.

Mengenai rencana ke depan, lanjut Sufintri, tentunya harus melalui berbagai proses diskusi dan koordinasi untuk mencapai sebuah bisnis model yang terbaik, di bawah koordinasi Kementerian Agama dan Kemkominfo.

"Mengenai keterlibatan Traveloka sendiri, kami juga tentunya akan selalu menjalanankannya dengan menimbang kepada aspek reputasi, visi dan misi perusahaan, serta regulasi pemerintah yang berlaku saat ini,' paparnya.

"Tentunya dalam pelaksanaan diskusi ini, tim terkait juga akan bekerja sama dan bermitra dengan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) sebagai stakeholder utama dari bisnis perjalan Umrah sebaik mungkin agar dapat menciptakan pengalaman umrah yang mudah dan nyaman bagi masyarakat Indonesia," pungkas Sufintri.

Sebelumnya, Anggota Komisi VIII DPR, Khatibul Umam Wiranu menolak keras rencana Traveloka dan Tokopedia (Toped) tersebut. Menurut dia, dampak keterlibatan dua perusahaan besar tersebut dipastikan bakal menggulung bisnis travel di Indonesia.

"Ibarat ada gelombang besar tsunami, Tokopedia dan Traveloka, maka gampang dihitung bahwa musibah itu akan menimbulkan kerugian masyarakat. Sementara biro umroh yang kecil-kecil itu bakal tergulung dan terguling dihempas ombak besar. Hanya travel besar yang bisa bertahan," ucap Khatibul yang berdarah NU tulen ini. (Inilah.com)

Loading...