Brigadir Rangga Jalani Tes Kejiawaan

Brigadir Rangga Jalani Tes Kejiawaan
Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo. (Antara Foto)

INILAH, Jakarta - Brigadir Rangga Tianto, tersangka kasus pembunuhan yang menembak rekan sesama polisi, kini tengah menjalani serangkaian tes kejiwaan. Tes kejiwaan dilakukan untuk mengetahui apakah ada kelainan dalam kejiwaan atau tidak.

"Jadi ketika sudah ditetapkan tersangka kepada siapapun ada pemeriksaan psikologis yang harus dilakukan atau ditempuh. Dalam rangka meyakinkan bahwa kondisi yang bersangkutan dari sisi psikis dan kesehatan terganggu atau tidak," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta, Senin (29/7/2019).

Brigadir Rangga Tianto diketahui menembak Bripka Rahmat Effendy karena terlibat adu mulut. Brigadir Rangga menembak sebanyak 7 kali dengan senjata jenis HS9.

Dedi melanjutkan, hasil tes kejiwaan akan keluar paling lambat 14 hari ke depan.

"Kalau terganggu ada pentahapan berikutnya. Hasil psikologis seseorang butuh waktu 14 hari observasinya seperti tersangka yang kecelakaan Cipali terus tersangka perempuan bawa anjing itu 14 hari observasinya biar hasilnya komprehensif dan bisa dipertanggungjawabkan," jelas Dedi.

Tak hanya tes kejiwaan, semua tahapan tes fisik maupun psikologis juga diterapkan ke Brigadir Rangga.

"Semuanya dilakukan kesehatan fisik dan psikologis dilakukan. Termasuk tes urine, tapi belum keluar hasilnya," terang Dedi.

Aksi penembakan sesama polisi itu terjadi pada Kamis (26/7/2019) sekitar pukul 20.50 Wib malam di ruang Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) Polsek Cimanggis, Depok. Awal mulanya Bripka Rahmat menangkap salah satu pelaku tawuran berinisial FZ.

Lalu, Brigadir Rangga bersama orangtua FZ, Zulkarnain mendatangi Bripka Rahmat. Brigadir Rangga meminta Bripka Rahmat untuk membantunya agar FZ dibina oleh orangtuanya, Zulkarnain. Namun, jawaban Bripka Rahmat dengan nada tinggi membuat Rangga emosi.

Bripka Rahmat menjawab bahwa proses sedang berjalan dan dia mengaku sebagai pelapor. Brigadir Rangga yang emosi lalu mengambil senjata jenis HS9 dan menembak Bripka Rahmat sebanyak 7 kali hingga tewas di tempat kejadian. [rok]

Loading...