Dedikasi Guru Honorer Berbuah Penghargaan dari Pemkab Bandung

Dedikasi Guru Honorer Berbuah Penghargaan dari Pemkab Bandung
Bupati Bandung Dadang M Naser memberikan penghargaan kepada Setia Rusmana
INILAH,Bandung - Setia Rusmana guru honorer di SDN Sukamanah Desa Sugihmukti Kecamatan Pasirjambu Kabupaten Bandung yang mengajar seorang diri dari kelas satu hingga kelas enam meraih penghargaan dari Pemerintah Kabupaten Bandung. 
 
Penghargaan diberikan berbarengan dengan digelarnya peringatan Hari Guru Nasional (HGN) tingkat Kabupaten Bandung yang digelar di Lapangan Upakarti Kompleks Pemkab Bandung Soreang, pada Kamis (29/11/2018).
 
Setia yang sudah 14 tahun menjadi guru honorer SDN Sukamanah Pasirjambu mengaku, mengajar dan mencerdaskan siswa-siswi penerus bangsa sudah menjadi bagian dari hidupnya, walaupun tak sedikit rintangan yang harus ia hadapi.
 
“Saat semua guru disini pindah ditambah penghasilan yang sedikit, saya juga sempat ingin keluar. Tapi kalau saya ikut keluar, bagaimana nasib murid-murid saya. Dengan keadaan sekarang saya hanya ingin murid-murid saya pintar,” kata Setia.
 
Selama sebulan terakhir, Setia dan kepala SDN Sukamanah harus mengajar enam kelas dan menyampaikan seluruh mata pelajaran kepada semua siswa-siswinya.
 
“Terpaksa semua mata pelajaran kami berikan kepada sekitar 50 siswa-siswi, mulai dari kelas satu sampai kelas enam. Sekarang  Kepala Sekolah juga ngajar tiap hari. Yang terpenting murid-murid kami bisa baca, tulis dan berhitung,” ujarnya.
 
Setia menceritakan, sebelumnya ada empat guru Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan tiga guru honorer yang mengajar di SDN Sukamanah. Akan tetapi karena adanya mutasi, semua guru honorer di SD tersebut harus pindah dan tersisa dirinya dengan kepala sekolah.
 
“Awalnya ada emat PNS, tapi tahun 2016 kemarin kena mutasi. Sementara tiga guru honorer lainnya pindah karena gaji yang rendah belum lagi lokasi SD di pegunungan. Kalau lihat gaji yang kami dapat, semuanya langsung habis buat ongkos,” katanya.
 
Untuk menambah biaya hidup, dia mengaku berkebun jagung dengan menyewa lahan orang lain. Dipilihnya jagung karena dinilai tidak memerlukan modal yang banyak.
 
“Saya hanya dapat Rp500 ribu per bulan. Kalau ditanya cukup, yah pasti engga. Untuk menutupi pengeluaran, sehabis pulang sekolah saya langsung ke kebun. Lumayan buat nambah biaya sehari-hari,” ujarnya.
 
Ketua PGRI Kabupaten Bandung, Agus Firman Zaini, mengatakan, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bandung agar permasalahan tersebut dapat segera diatasi.
 
“Ini adalah potret pendidikan di Kabupaten Bandung, di daerah lain juga mungkin terjadi tapi tidak terekspos. Permasalahan ini merupakan pekerjaan rumah bagi organisasi, dan Disdik sebagai leading sectornya. Kami juga akan terus berkomunikasi dengan disdik agar semuanya bisa segera diselesaikan,” ujarnya.
 
Agus melanjutkan, sosok Setia Rusmana patut diteladani oleh semua Aparatur Sipil Negara (ASN) dilingkungan Kabupaten Bandung."Potret Pak Setia ini layak menjadi teladan. Bukan hanya diekspos menjadi teladan, tapi bagaimana kebijakan pemerintah dalam hal ini disdik harus disuarakan,” kata dia.
 
Bupati Bandung Dadang M Naser pun angkat bicara. Dia mengimbau agar Disdik Kabupaten Bandung segera menyikapi persoalan tersebut.
 
“Hal ini musti disikapi oleh Disdik. Rata-rata guru itu bertumpuk diperkotaan, seharusnya penyebaran guru harus merata kesetiap daerah di Kabuaten Bandung. Dengan sejumlah infrastruktur yang telah dibangun, harusnya tidak ada lagi daerah-daerah yang dinilai pelosok,” ucap Dadang.
 

Loading...