Jangan Buah Sampah Sembarangan di Karawang, Ini Sanksinya

Jangan Buah Sampah Sembarangan di Karawang, Ini Sanksinya
Ilustrasi/ANTARA FOTO

INILAH, Karawang – Pemkab Karawang, segera menerapkan zona bebas sampah di sejumlah titik krusial. Terutama di jalur protocol dan pusat perniagaan.

Dalam hal ini, pemerintah pun telah menyiapkan sanksi jika masih ada masyarakat yang berani membuang sampah di zona larangan itu.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Karawang, Wawan Setiawan menuturkan, kawasan bebas sampah ini untuk sementara baru diberlakukan di pusat perniagaan dan jalur protokol, semilsal sepanjang Jalan Tuparev hingg Jalan Kertabumi.

“Sejumlah titik di sepanjang jalur tersebut kerap terjadi tumpukan sampah. Kedepan, kita berlakukan denda jika masih ada masyarakat yang berani buang sampah di kawasan itu,”  ujar Wawan, Selasa (30/7/2019).

Wawan mengaku, pihaknya tak menampik jika selama ini kesadaran sebagian besar masyarakat di wilayahnya dalam hal menjaga kebersihan lingkungan cenderung masih rendah. Padahal, dinasnya tak henti-hentinya menyosialisasikan supaya masyarakat tak membuang sampah di sembarang tempat.

“Kedepan kita berlakukan retribusi khusus bagi mereka yang membuang sampah di zona larangan,” jelas dia.

Dia menambahkan, regulasi untuk penerapan retribusi ini masih dibahas. Berbeda dengan penerapan kebijakan sebelumnya, dalam aturan baru nanti setiap bidang usaha akan dikenakan retribusi sebesar Rp 5.000 per trash bag.

“Kalau kebijakan sebelumnya, retribusi sampah ini Rp 20 ribu. Di aturan baru nanti, hanya Rp 5.000,” tambah dia.

Dengan begitu, sambung dia. Jika setiap toko menghasilkan banyak trash bag sampah, berarti tinggal dikalikan dengan besaran retribusi. Sebaliknya, semakin sedikit produksi sampahnya, semakin sedikit pula denda yang akan mereka dapat.

“Kebijakan retribusi ini, kemungkinan akan diterapkan mulai awal bulan depan,” pungkasnya. (Asep Mulyana)

Loading...