Tangkuban Parahu Masih Tertutup untuk Wisatawan

Tangkuban Parahu Masih Tertutup untuk Wisatawan
Syamsuddin Nasoetion

INILAH Jakarta - Taman Wisata Alam Gunung Tangkuban Parahu masih ditutup pihak pengelola pascaterjadi erupsi pada Jumat (26/7/2019). Untuk itu, masyarakat diimbau agar tidak berada di kawasan terdampak erupsi Gunung Tangkuban Parahu, Jawa Barat.

"Penutupan kawasan dititikberatkan pada aspek keselamatan manusia," kata Plh. Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB Agus Wibowo di Jakarta, Selasa (30/7/2019).

Menurut dia, visual gunung api sejak kemarin hingga pagi ini terlihat jelas dan asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tipis sampai tebal. Kemudian, gunung tersebut mengalami erupsi bersifat freatik yang terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 50 mm (overscale) dan durasi 5 menit 30 detik.

Pada status tersebut, kata dia, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) masih memberi rekomendasi beberapa point diantaranya masyarakat sekitar gunung maupun wisatawan tidak boleh mendekati Kawah Ratu dan Kawah Upas dengan radius 500 meter.

"Kemudian, tidak diperbolehkan menginap dalam kawasan kawah-kawah aktif yang ada di Kompleks Gunung Tangkuban Parahu," ujarnya.

Selain itu, Agus mengimbau masyarakat maupun wisawatan agar mewaspadai meningkatnya konsentrasi gas-gas vulkanik dan tidak berlama-lama berada di bibir kawah aktif gunung supaya terhindar dari paparan gas yang bisa berdampak bagi kesehatan dan keselamatan jiwa.

"Masyarakat di sekitar Gunung Tangkuban Parahu, pedagang, wisatawan, pendaki dan pengelola wisata Gunung Tangkuban Parahu agar mewaspadai terjadinya letusan freatik yang bersifat tiba-tiba dan tanpa didahului oleh gejala vulkanik yang jelas," tandasnya. (Inilah.com)

Loading...