Semester I 2019, PBB dan BPTHB Jadi Pajak Tertinggi di Kota Bandung

Semester I 2019, PBB dan BPTHB Jadi Pajak Tertinggi di Kota Bandung
Foto: Okky Adiana

INILAH, Bandung - Pemkot Bandung terus mengoptimalkan pendapatan melalui pajak. Pada 2019, target pajak Kota Bandung meningkat dari Rp2,43 triliun menjadi Rp2,56 triliun.

Dari sembilan jenis pajak yang ada di Kota Bandung, sektor Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) menjadi sektor pajak tertinggi selama semester I 2019 ini.

“Untuk pajak tertinggi, saat ini ada di sektor PBB dan BPHTB. Dua mata pajak ini mengalami peningkatan signifikan per Juli 2019,” kata Kepala Badan Pengelola Pendapatan Daerah (BPPD) Kota Bandung Arief Prasetya, Jumat (2/8/2019).

Arief menyebutkan, pajak hotel dan restoran menjadi sektor pajak paling strategis mengingat Bandung merupakan salah satu destinasi wisata favorit di Indonesia.

Sampai Juli 2019, realisasi pajak hotel di Kota Bandung mencapai angka 57,99%. Sedangkan untuk pajak restoran, telah mencapai angka realisasi 66,77%.

Kendati demikian, Arief optimistis dalam perjalanan menuju akhir 2019 seluruh sektor mata pajak di Kota Bandung dapat memenuhi realisasi sehingga PAD Kota Bandung dapat terus meningkat.

Selain itu, ia mengaku senang karena kesadaran masyarakat Kota Bandung dalam membayar pajak sudah meningkat.

“Ini juga dibantu oleh kehadiran teknologi. Sekarang, bayar pajak sudah bisa dilakukan di telepon genggam. Kemudahan akses ini yang akhirnya dimanfaatkan oleh masyarakat,” ujar Arief.

Guna mewujudkan kesadaran masyarakat untuk membayar pajak, BPPD sudah melakukan beberapa kegiatan sosialisasi baik itu melalui media cetak dan elektronik, maupun melalui beberapa kegiatan sosialisasi. Terdekat, BPPD mengadakan agenda sosialisasi bayar pajak pada 4 Agustus mendatang.

Arief juga mengajak kepada seluruh masyarakat Kota Bandung untuk membayar pajak tepat waktu. Karena dari pajak tersebut masyarakat dapat merasakan manfaatnya secara langsung seperti pembangunan infrastruktur yang begitu pesat di Kota Bandung.

“Untuk pajak restoran dibayar paling lambat tiap tanggal 15 perbulannya. Sedangkan untuk PBB dibayar paling lambat 30 September. Jangan sampai jatuh tempo,” pesan Arief.

Sebagai informasi tambahan, saat ini pembayaran pajak sudah bisa dilakukan secara online melalui BJB, ATM, M-banking, Kantor Pos, Indomaret, dan aplikasi belanja online Bukalapak serta Tokopedia. (Okky Adiana)

Loading...