Menkeu Tak Bisa Andalkan Konsumsi Masyarakat Lagi

Menkeu Tak Bisa Andalkan Konsumsi Masyarakat Lagi
Menteri Keuangan Sri Mulyani. (Antara Foto)

INILAH, Jakarta- Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati sudah tidak dapat lagi mengandalkan konsumsi rumah tangga untuk menggerakkan perekonomian hingga penghujung tahun 2019.

Pemerintah berharap pada dorongan belanja pemerintah terutama untuk akselerasi belanja modal dan belanja pegawai. Menkeu mengingatkan Kementerian/Lembaga (K/L) yang belum membelanjakan APBN-nya secara optimal karena sangat berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi makro pada semester tahun ini.

"Total 2019 dibulatkan satu digit dari 5,08% atau 5,1% itu adalah perkiraan (forecasting). Berarti proyeksi (outlook) masih di kisaran 5,2%. Tapi secara internal, kami lihat berada pada level 5,08%," jelasnya saat membahas asumsi pertumbuhan ekonomi tahun 2020 bersama fraksi-fraksi Komisi XI DPR dengan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Kementerian PPN/Bappenas), Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Badan Pusat Statistik (BPS) seperti mengutip dari laman resmi Kemenkeu.

Pada paruh pertama 2019 ini dari data BPS tercatat, pertumbuhan ekonomi kuartal II 2019 hanya 5,05 persen secara tahunan atau melambat dibandingkan periode yang sama tahun lalu, 5,27 persen.

Untuk produk domestik bruto (PDB) atas dasar harga konstan (ADHK) pada kuartal kedua tahun ini tercatat Rp2.753 triliun, lebih tinggi dari periode yang sama tahun lalu Rp2.603 triliun. Atas dasar harga bruto (ADHB), PDB kuartal II 2019 tercatat Rp3.963, triliun.

Semenara dalam rapat tersebut tercapai kesepakatanb tentang asumsi dasar ekonomi makro tahun 2020 dengan pertumbuhan ekonomi (yoy) sebesar 5,3%, inflasi (yoy) sebesar 3,1%. Nilai tukar Rupiah terhadap Dollar Amerika Serikat pada level Rp14.400 dan Suku Bunga SPN 3 bulan (yoy) sebesar 5,4%.

Sedangkan target pembangunan 2020 dipredikasi dengan tingkat pengangguran sebesar 4,8-5,1%, tingkat kemiskinan berada pada 8,5-9,0%, indeks rasio Gini pada 0,375-0,380, dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) pada level 72,51.

Loading...