Naringgul 'Membara', Warga Bakar Puing, Tolak Pembongkaran

Naringgul 'Membara', Warga Bakar Puing, Tolak Pembongkaran

INILAH, Cisarua – Pembongkaran bangunan liar atau tak memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB) di Kampung Naringgul RT 01 RW 17, Desa Tugu Utara, Cisarua Kabupaten Bogor batal karena warga melakukan aksi bakar puing kayu.

Warga Kampung Naringgul bernama Muhammad Yusuf mengatakan mereka melakukan aksi bakar puing karena menolak pembongkaran sebelum mereka mendapatkan uang kerahiman.

“Kami warga Kampung Naringgul RT 01 Rw 17 meminta uang kerahiman dulu dari Pemkab Bogor sebelum bangunan kami dibongkar. Karena itu warga melakukan aksi bongkar puing sisa bangunan yang dibongkar Rabu (28/8) kemarin,” kata Yusuf kepada Inilah, Rabu (4/9/2019).

Ia menambahkan sebenarnya dari Pemkab Bogor sudah menawarkan uang kerahiman sebesar Rp20 juta per rumah, sementara warga menuntut lebih karena nilai bangunannya lebih dari angka itu.

“Pemkab Bogor mau pukul rata uang kerahiman sebesar Rp20 juta perunit rumah tinggal, sementara warga menuntut nilainya berbeda-beda sesuai bangunannya. Kami menuntut uang kerahiman yang lebih karena kita punya alas hak yaitu berupa Hak Guna Usaha (HGU) di mana  pelepepasan hak itu kami peroleh dari PT Sumber Sari Bumi Pakuan (SSBP)," tambahnya.

Pantauan INILAH, akibat pembakaran puing-puing arus lalu lintas di Jalan Raya Puncak sempat macet karena ratusan petugas gabungan dari Satpol PP, Polres Bogor, Denpom TNI maupun dinas pemadam kebakaran melakukan aksi pemadamanan.

Sementara perwakilan warga Kampung Naringgul bersama  pejabat Satpol PP maupun Camat Cisarua sedang negoisasi waktu pembongkaran, info yang didapat wartawan pembongkaran bangli batal atau ditunda. (Reza Zurifwan)
 

Loading...