Rumah Dibongkar Satpol PP, Aoh Terpaksa Nikahkan Anaknya di Lapak PKL

Rumah Dibongkar Satpol PP, Aoh Terpaksa Nikahkan Anaknya di Lapak PKL
Foto: Reza Zurifwan

INILAH, Cisarua - Akibat rumah miliknya dibongkar pasukan penegak peraturan daerah Kabupaten Bogor, Aoh (45 tahun) warga Kampung Naringgul RT 01/17 harus memindahkan lokasi pernikahan anaknya. Dia terpaksa memindahkan pesta pernikahan ke lapak PKL karena rumahnya dibongkar.

Aoh mengaku tak berdaya saat tempat tinggalnya dibongkar petugas gabungan dari Satpol PP, Kepolisian, Denpom TNI, dan Dinas Pemadam Kebakaran.

"Awal, kabarnya bangunan rumah huni tidak dibongkar, tau-tau tadi pagi Satpol PP dan lainnnya malah datang untuk membongkar seluruh bangunan liar hingga kaki saya lemas karena kaget sekali," kata Aoh kepada INILAH, Rabu (4/9/2019).

Dia mengaku, dikarenakan rumah miliknya rata dengan tanah maka lokasi pernikahan pun yang akan berlangsung Kamis (5/9/2019) dipindahkan ke lapak PKL di Jalan Raya Puncak. Lokasi itu tak jauh dari bangunan rumahnya yang dibongkar.

"Ya terpaksa, nanti anak dan calon menantu saya menikah di lapak PKL berukuran 2x5 m. Karena selain nggak ada uang, amil dari KUA Cisarua dan para undangan juga tahunya tempat tinggal dan kios PKL saya itu ya di sini," tambahnya.

Wanita yang bekerja sebagai buruh masak di Restoran Melrimba ini menjelaskan, untuk tempat tinggal dirinya saat ini mengontrak rumah di Ciloto, Cipanas, Kabupaten Cianjur.

"Setelah 30 tahun tinggal di Kampung Naringgul, mulai hari ini saya pindah ke Ciloto. Saya lebih memilih pindah ke Cianjur juga karena mendekatkan dengan rumah besan yang di juga di Cipanas, Cianjur," jelas Aoh.

Meski terpaksa harus menikahkan anaknya di lapak PKL, dia mengaku tetap bersyukur. Sebab, dia akan lebih malu kalau pernikahan anaknya harus ditunda.

"Yang penting anak saya jadi nikah, walaupun nanti berlangsung sangat sederhana. Untungnya, keluarga besar saya membantu seperti ikut memasak dan melakukan persiapan lainnya," lanjutnya. (Reza Zurifwan)

Loading...