Sejumlah Petani Padi di Garut Terpaksa Panen Lebih Awal

Sejumlah Petani Padi di Garut Terpaksa Panen Lebih Awal
Ancaman kekeringan memaksa banyak petani di Kabupaten Garut memanen hasil tanaman padinya lebih awal. (Zainulmukkhtar)

INILAH, Garut- Ancaman kekeringan memaksa banyak petani di Kabupaten Garut memanen hasil tanaman padinya lebih awal. Mereka dipastikan mengalami kerugian karena hasil panen tidak memuaskan.

“Sudah lima bulan tak ada hujan. Biasanya tak seperti ini. Padi baru berbuah belum matang terpaksa kami panen. Kalau lihat hasilnya memang tak memuaskan. Merugi sampai 90 persen,” kata Solihin (49) petani warga Kampung Rancapanjang Desa Neglasari Kecamatan Balubur Limbangan.

Senada dikemukakan petani lainnya Miftah (43). Menurutnya, jika tanaman padi dibiarkan dalam kondisi seperti sekarang maka dampak kerugiannya bisa lebih besar lagi karena padi bisa rusak akibat kekeringan. Sehingga dia pun memilih memanen tanaman padinya lebih awal.

Akibat kekeringan, tanaman padi di wilayah Kecamatan Balubur Limbangan mengalami puso hingga kini mencapai sekitar 26 hektare.

“Masih ada sebenarnya yang bisa dipanen. Tidak gagal 100%. Namun (hasilnya) tidak maksimal,” kata Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas Pertanian Kecamatan Balubur Limbangan Oop Sopandi, Selasa (4/9/2019).

Dia menyebutkan, sejumlah upaya telah dilakukan mengantisipasi, dan menangani kekeringan di wilayah kerjanya. Seperti melaksanakan gilir giring.

Dia pun mengingatkan petani tidak menanam padi pada musim kedua, dan musim ketiga di sawah tadah hujan. Pada sawah tadah hujan disarankan menanam jenis lain semisal palawija.(Zainulmukhtar)

Loading...