Gagal Lelang, Dana Rp30 M Penataan Situ Bagendit Garut Terancam Tak Terserap Tahun Ini

Gagal Lelang, Dana Rp30 M Penataan Situ Bagendit Garut Terancam Tak Terserap Tahun Ini
Foto: Zainulmukhtar

INILAH, Garut - Harapan masyarakat dimulainya penataan besar-besaran kawasan Situ Bagendit yang menjadi salah satu ikon obyek wisata unggulan di Kabupaten Garut pada 2019 ini mesti tertunda.

Anggaran senilai Rp29 miliar siap digelontorkan negara guna merealisasikan kebutuhan tersebut pun hampir dipastikan takkan terserap. Pasalnya, hingga kini, belum ada tanda-tanda kegiatan penataan daya tarik wisata di Situ Bagendit segera dimulai. Belakangan diketahui paket pekerjaan berpagu anggaran senilai Rp29 miliar bersumber APBD Provinsi Jawa Barat Tahun Anggaran 2019 itu mengalami gagal lelang.

Padahal Situ Bagendit digadang-gadang akan dijadikan sebagai daerah kunjungan wisata kelas dunia.

Beberapa waktu lalu, Menteri Pariwisata Arief Yahya saat berkunjung ke Garut pun menyebutkan dukungannya. Dia menyebutkan, pemerintah pusat akan menggelontorkan anggaran Rp100 miliar dari Kementerian PUPR untuk revitalisasi dan penataan Situ Bagendit.

Pada akhir Januari 2019, beberapa hari pascakunjungan Presiden RI Joko Widodo ke Situ Bagendit, Bupati Garut Rudy Gunawan sempat mengatakan revitalisasi dan penataan Situ Bagendit sudah bisa dimulai pada Mei 2019 ini.

Pihak Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Garut membenarkan gagalnya lelang paket pekerjaan penataan daya tarik wisata Situ Bagendit itu.

“Kemarin, saya diklat teknis pariwisata di BPSDM Jabar selama 2 minggu (19 - 31 Agustus 2019). Saya baru masuk kantor lagi tanggal 3 september kemarin. Saya baru tahu, ternyata pada akhir Agustus memang penataan uuntuk situ Bagendit itu gagal lelang,” kata Sekretaris Disparbud Garut Ade Hendarsyah, Kamis (5/9/2019).

Hal itu diamini Kepala Bidang Pariwisata Makmun. Dia menyebutkan, proses lelang telah selesai dilaksanakan dengan hasil tender dinyatakan batal. 

"Karena, semua peserta tender tidak ada yang lulus dalam evaluasi penawaran yang dilaksanakan BLP (Badan Layanan Pengadaan Barang dan Jasa Kabupaten Garut),” ujarnya.

Kegiatan penataan daya tarik wisata Situ Bagendit dengan sumber dana dari bantuan provinsi tersebut akan diusulkan kembali pada 2020 mendatang.

Dari informasi dihimpun, penataan Situ Bagendit berpagu Rp29 miliar itu meliputi penataan taman, pembangunan lahan parkir, masjid, tempat wudlu, toilet, dermaga wisata, amphitheatre, kantor, pujasera, taman teratai, shelter, plaza marina, dan plaza utama. (Zainulmukhtar)