Jaga Kondusifitas Bakesbangpol Gelar Konsolidasi Aparatur Pemerintahan

Jaga Kondusifitas Bakesbangpol Gelar Konsolidasi Aparatur Pemerintahan
Jaga Kondusifitas Bakesbangpol Gelar Konsolidasi Aparatur Pemerintahan

Bakesbangpol Kota Bandung menggelar silaturahmi dan konsolidasi aparatur pemerintah Kota Bandung dalam rangka menjaga sinergitas dan kondusifitas. Kegiatan yang dihadiri sejumlah ASN dari berbagai OPD serta aparat kewilayahan ini digelar, Kamis (5/9) di Hotel El Royale, Jl. Merdeka Kota Bandung.

Kegiatan yang dibuka Asisten Administrasi Umum dan Kepegawaian Pemkot Bandung, Dadang Gantina ini menghadirkan sejumlah pembicara yang memaparkan berbagai potensi konflik di Kota Bandung yakni Wakasat Intel Polrestabes Bandung Kompol Sukri Lubis, Pasi Intel Kodim 0618/BS, Kapten Acep S dan Kasie Intel Kodam III/Siliwang, Kapten M. Rahman.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Bandung, Ferdi Ligaswara mengungkapkan, Kota Bandung sebagai ibu kota Provinsi Jawa Barat dan juga letaknya berdekatan dengan ibu kota negara serta jumlah penduduknya banyak memberikan gambaran miniatur negara. Karena itulah, kondisi Kota Bandung harus tetap kondusif, aman dan nyaman.

Menurutnya, kewilayahan sebagai garda terdepan dalam pelayanan pada masyarakat dari sebuah kondisi dinamis, kata Ferdi, harus bisa menciptakan kondisi yang aman, nyaman dan kondusif di wilayahnya. Dengan pola kolaborasi, kondisi aman, nyaman serta kondusif ini bisa tercipta.
"Kita berupaya memberikan kenyamanan dan keamanan sehingga Bandung betul-betul menjadi sebuah kota yang tidak hanya mengandalkan PAD, tapi memberikan rasa amanm dan nyaman yang dimulai dari kewilayahan," tandasnya.

Sejauh ini, ungkap Ferdi, kondusifitas di Kota Bandung sangat-sangat terjaga. Bahkan, selama pelaksanaan pemilu hingga kini, kondisi Kota Bandung aman dan nyaman. Tentunya, kondisi ini tercipta dari hasil kolaborasi Pemkot Bandung, aparat keamanan dan juga masyarakar.

Kabid Kewaspadaaan Nasional Badan Kestauan Bangsa dan Politik Kota Bandung, Iwan Hernawan mengatakan, kegiatan ini dilaksnakan untuk meningkatkan koordinasi dan  keterpaduan serta sinergitas seluruh apatutur Pemkot Bandung. "Kegiatan silahturahmi aparatur di kewilayahan ini dalam rangka menuju Bandung kondusif," ungkap Iwan.

Sasaran acara ini, ungkap Iwan, merupakan aparatur Pemkot Bandung terutama di kewilayahan seperti lurah, camat dan juga SKPD (stauan kerja perangkat daerah) terkait. "Ada 225 orang peserta, terdiri dari camat, lurah dan instansi terkait," tandasnya.

Sementara itu, usai membacakan sambutan Wali Kota Bandung,Asisten Administrasi Umum dan Kepegawaian Pemkot Bandung, Dadang Gantina pun menyampaikan pesan lisan Mang Oded. Menurutnya,
kunci utama dari kondusifitas hanya satu yakni silaturahmi. Dalam silaturhami ada empat yang harus ditekankan yakni hindari kedustaan, tingkatkan etika dengan siapa kita bicara, lakukan komunikasi dengan lemahlembut dan lakukan komunikasi dengan hal-hal yang berbobot.

"Melalui pertemuan ini, diharapkan aparat kewilayahan bisa memberikan kontribusi berupa laporan kondusifitas di wilayahnya masing masing. Laporan kondusifitas di wilayah ini nantinya bisa jadi bahan analisasi bagi pimpinan untuk mengeluarkan kebijakan," tandasnya.

Di tempat yang sama, Wakasat Intel Polrestabes Bandung, Kompol Sukri Lubis dalam paparannya mengatakan, sejauh ini  pihaknya sudah melakukan berbagai pengamanan untuk menjaga kondusifitas di Kota Bandung. Seperti pengamanan dalam rangka pelantikan dan pengambilan sumpah janji anggota DPRD Provinsi Jabar periode 2019-2024 beberapa waktu lalu, unjuk rasa ojek online, aksi buruh dan mahasiswa Papua. Kedepan, pihaknya pun dihadapkan pada beberapa kegiatan yang perlu pengamanan. "Polrestabes melakukan beberapa kegiatan preventif dan represif dengan cara deteksi dini, proaktif dan  pembinaan penyuluhan agar Bandung tetap kondusif," ungkapnya.

Kota Bandung, lanjutnya, merupakan kota toleransi, bahkan kampung toleransi pun hadir. Namun, hal itu pun sekaligus dihadapkan pada masalah intoleransi. Karena masih ada kelompok masyarakat yang memaksaan ideologi sendiri, seperti beberapa waktu viral soal HTI dan lainnya.
Belum lagi tantangan lainnya akibat pengaruh teknologi dan juga perkembangan ekonomi, sosial dan budaya. Tentunya, aparat kemanan enggak bisa menghadapinya sendirian, perlu sinergitas dengan aparaur pemerintah dan juga masyarakat.

Sementara itu, Pasi Intel Kodim 0618/BS, Kapten Acep S mengatakan, kondisi Kota Bandung baik dari segi politik, ekonomi, sosial dan budaya cukup aman dan nyaman. Politik yang sempat memanas saat ini mulai menurun, meski tetap harus diwaspadai karena masih terdapat adanya perbedaan.

Selain itu, permasalahan lain pun kini muncul seperti aksi unjuk rasa yang digelar AMP (Aliansi Mahasiswa Papupan), buruh, dan ojek online. Belum lagi masalah geng motor, narkoba, PMKS, miras dan LGBT yang juga harus tetap diwaspadai. Semua pihak harus berseinergi untuk mencegah dan mengatasinya. *

Ditambahkan M. Rahman, kondisi lingkungan Kota Bandung sangat nyaman dan enak. Kondisi ini harus terjaga. Terlebih saat ini muncul permasalahan yang harus diatasi misalnya unjuk rasa, peredaran narkotika dan lainnya sebagainya. Pihaknya tentu melakukan berbagai upaya seperi menggelar pertemuan rutin dengan ormas dan tokoh masyarakat, patroli berssama untuk menjaga kondusifitas wilayah.

Loading...