Getir Pedagang di Tangkuban Parahu, Menganggur Tunggu Keajaiban

Getir Pedagang di Tangkuban Parahu, Menganggur Tunggu Keajaiban
Koordinator Pedagang TWA Tangkuban Parahu, Ishakjeri

INILAH, Bandung- Pascaditutup lebih dari satu bulan, perekonomian di kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Tangkuban Parahu mati suri. Para pedagang barang dan jasa yang biasa mencari nafkah di sana terpaksa menganggur.

Koordinator Pedagang TWA Tangkuban Parahu, Ishakjeri mengatakan kondisi para pedagang saat ini sangat memprihatinkan. Pasalnya mayoritas pedagang tidak memiliki alternatif mata pencaharian selain berdagang di TWA Gunung Tangkuban Parahu.

"Ya mencari kesana kemari pun agak susah juga yah kang, karena kita biasa jualan di Tangkuban Parahu, kalau di tempat lain kan sudah ada pedagang juga. Jadi berdampak lumayan terhadap ekonomi," ucap Ishak usai melakukan Salat Hajat berjamaah dan Istighosah di Kaki Gunung Tangkuban Parahu, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Sabtu (7/9/2019).

Ishak menyebutkan penghasilan rata-rata minimal para pedagang di TWA Gunung Tangkuban Parahu bisa mencapai tiga juta rupiah per bulannya. Hal ini jelas sangat merugikan dan menyulitkan bagi ribuan pedagang yang menggantungkan harapan ekonomi di TWA Gunung Tangkuban Parahu.

"Kalau per bulan itu yang paling kecil aja 3 juta mah dapat, untungnya gitu. Itu jelas kerugiannya banyak sekali, yang biasanya kita dagang sehari-hari di tangkuban perahu, kita 1200 orang pedagang itu, kita sekarang kan susah juga untuk perekonomian kita," ujar Ishak.

Selain itu, Ishak juga mengungkapkan pasca ditutupnya TWA Gunung Tangkuban Parahu hingga saat ini. Belum ada bantuan dan solusi untuk pedagang dari Pemerintah Daerah maupun Provinsi.

"Belum yah (bantuan dari pemerintah), ini kan bencana juga namun bencana ekonomi," Kata Ishak yang sehari-harinya berjualan Souvenir di TWA Gunung Tangkuban Parahu.

Ditemui ditempat yang sama, Satu diantara pedagang makanan di TWA Gunung Tangkuban Parahu, Rodiani menambahkan, dirinya bersama pedagang lainnya hingga saat ini tidak memiliki pendapatan sama sekali. Pasalnya, Ia dan keluarga sangat menggantungkan harapan ekonomi di TWA Gunung Tangkuban Parahu.

Bahkan, untuk kehidupan sehari-hari Rodiani dan keluarga harus memakai uang tabungan hingga menjual barang yang Ia miliki.

"Tabungan juga sudah habis, yang dipakai juga segala dijual. Ga ada pekerjaan lain, sekarang kalau jualan dirumah kan semuanya juga kebanyakan jualan ke kawah," ungkap Rodiani.

Lebih lanjut, Rodiani menambahkan, jika dalam kondisi TWA Gunung Tangkuban Parahu normal. Dirinya bisa mendapatkan uang seratus ribu rupiah per harinya dari berdagang makanan.

"Biasanya kalau buka tiap hari ada 100 sampai 150 ribu, kadang-kadang kalau hari libur mah lebih," tutur Rodiani.

Oleh karena itu, dirinya dan ribuan pedagang lainnya sangat berharap kondisi TWA Gunung Tangkuban Parahu cepat kembali normal.

"Ya pengennya semoga cepat normal kembali," pungkas Rodiani. (Ridwan Abdul Malik)

Loading...