Mojang Sadang Serang Tak Malu Pakai Busana Daur Ulang Sampah

Mojang Sadang Serang Tak Malu Pakai Busana Daur Ulang Sampah
Foto: Dok Boy Ramdhan

INILAH, Bandung – Sejumlah perempuan cantik berlenggak leggok di catwalk. Tidak ada yang aneh jika melihat secara sekilas. Namun ketika dilihat secara detail, ternyata mereka menggunakan busana berbahan dasar sampah.

Sampah yang menjadi salah satu permasalahan Kota Bandung, identik dengan kotor, penyakit, serta banjir. Namun bagi warga Kelurahan Sadang Serang, sampah ini disulap menjadi busana cantik bernilai seni.

Berlokasi di di halaman depan kantor kelurahan, Sabtu (7/9/2019), para mojang ini menjawab tantangan Lurah Sadang Serang Hasan Arifin yang ingin menumbuhkan kreativitas warga. Jika selama ini fashion show menampilkan busana berharga ‘wah’, berkat kreativitas warga, busana sampah yang ditampilkan menjadi penuh sentuhan seni.

"Kita terinspirasi dari permasalahan Kota Bandung, salah satunya sampah. Nah di Kelurahan Sadang Serang, kita fokus pada permasalahan sampah dan kita fight sama masalah sampah. Kita memang ingin melatih masyarakat supaya mampu memanfaatkan sampah sehingga bisa memiliki nilai ekonomi," kata Hasan Arifin.

Hasan mengatakan, acara fashion show menjadi salah satu rangkaian sosialisasi kepada masyarakat agar mengurangi sampah bahkan menekan hingga nol persen. Program Sampah sampai habis, Inovasi dan Kolaborasi (SIK) yang digagas kelurahan bahkan mampu membuat sampah tidak harus dikirim ke tempat pembuangan akhir.

"Alhamdulillah setelah kita terapkan sudah banyak adanya sampah anorganik sehari sekitar 500 kilo. Organik jadi biji plastik yang menguntungkan masyarakat, bila ada residu hasilnya bisa jadi batako, bbm. Untuk organik kita jadi kompos," katanya. (Dery Fitriadi Ginanjar)

Loading...