Samad: Bola Revisi UU KPK di Tangan Presiden

Samad: Bola Revisi UU KPK di Tangan Presiden
Foto: Net

INILAH, Jakarta - Mantan Ketua KPK Abraham Samad mengatakan, bola revisi undang-undang KPK nomor 30 tahun 2002 saat ini berada di Presiden Jokowi. Ia berharap Jokowi mendengarkan suara masyarakat yang menolak revisi UU tersebut.

"Sekarang bola di Presiden dan harapannya dia melakukan langkah-langkah yang lebih responsif mendengarkan suara-suara yg berkembang di tengah masyarakat," kata Samad dikawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (7/9/2019).

Ia menyoroti sejumlah poin pemelahan KPK didalam draf RUU tersebut. Salah satu nya yaitu, terkait penyadapan yang harus mengantongi izin dari Dewan Pengawas KPK. Kemudian, KPK nantinya akan dimasukkan sebagai lembaga penegak hukum yang berada dalam cabang kekuasaan eksekutif.

Selain itu lanjutnya, KPK nantinya juga harus bersinergi dengan lembaga penegak hukum lain sesuai hukum acara pidana, serta penghentian penyidikan dan penuntutan suatu kasus bila tidak selesai dalam jangka waktu paling lama satu tahun.

"Nah itu yang sebenarnya kita tolak, jadi mengubah boleh saja tapi ugensinya apa masih relevan apa tidak," ujarnya.

Revisi Undang-undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang KPK diajukan oleh Baleg dan sudah disetujui menjadi RUU inisiatif DPR dalam sidang paripurna Kamis (5/9/2019) lalu. RUU ini akan dibahas bersama pemerintah. Pembahasan revisi UU KPK itu ditargetkan rampung pada DPR periode 2014-2019 ini yang akan habis pada 30 September mendatang. (INILAHCOM)

Loading...