Derita Tiga PMI Purwakarta di Negeri Orang

Derita Tiga PMI Purwakarta di Negeri Orang
Foto: Net

INILAH, Purwakarta – Menceritakan kisah pilu seorang pekerja migran Indonesia (PMI), mungkin tak pernah ada habisnya. Beragam kasus, kerap terdengar dialami para pahlawan devisa ini. Dari kisah penyiksaan oleh majikan, gaji yang tak kunjung dibayar, hingga terkatung-katung di negeri orang.

Seperti terjadi di Kabupaten Purwakarta, baru-baru ini terdengar kasus yang menimpa para buruh migran. Bahkan kisah mereka sempat viral di media sosial dalam sepekan terakhir. Ada tiga PMI yang dikabarkan membutuhkan pertolongan pemerintah. Dua di antaranya mengaku terlalantar dan ingin pulang, satu lainnya meninggal karena sakit.

Pemkab Purwakarta, melalui dinas terkait pun merespon cepat kasus ini. Sepekan terakhir, ada tiga kasus PMI yang telah ditangani. Dua di antaranya sudah dipulangkan kepada keluarga, satu lagi dalam proses pemulangan.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Purwakarta Titov Firmansyah menuturkan, tiga PMI bermasalah itu, masing-masing atas nama Abdul Karim, warga Gg Bata, Kelurahan Cipaisan, Kecamatan Purwakarta. Yang bersangkutan dilaporkan terkatung-katung di Riyad, Saudi Arabi selama berbulan-bulan karena visa tinggalnya habis (over stay).

“Setelah beberapa hari terakhir kami berkoordinasi dengan pihak KBRI, Alhamdulillah, Abdul Karim tadi malam sudah tiba di tanah air,” ujar Titov usai menjenguk Abdul Karim di kediamannya, Minggu (8/9/2019).

Dia menjelaskan, saat mengurus kepulangan Abdul, pihaknya kembali mendapat kabar jika ada PMI atas nama Tuti Nurhayati, warga Desa Gunung Karung, Kecamatan Maniis juga mengalami kasus serupa. Malah Tuti lebih lama terkatung-katung selama 11 tahun. Selama itu pula, pihak keluarga hilang kontak dengan Tuti.

Ada yang lebih membuatnya tercengang soal kasus Tuti. Ternyata Tuti diperlakukan tidak mengenakan oleh agen penyalurnya. Tuti dijual dari majikan satu ke majikan lain. Belum lama ini, Tuti membuat sebuah video yang diunggah di media sosial. Dalam video tersebut, Tuti meminta pulang ke tanah air.

“Untuk PMI atas nama Tuti, saat ini kepulangannya masih diurus-urus. Dalam waktu dekat, kami akan berkirim surat ke Kementerian Luar negeri dan KBRI,” jelas dia.

Belum selesai kasus Tuti, kata dia, dinasnya mendapat kabar duka dari PMI lainnya. Berbeda dengan PMI atas nama Abdul dan Tuti, buruh migran atas Nama Enung Nuroh, warga Desa Cibodas, Kecamatan Sukatani, justru dalam kondisi telah meninggal dunia.

Dari informasi yang jajarannya terima, Enung mengalami serangan jantung. Oleh majikannya, Enung sempat dibawa ke rumah sakit di Arab Saudi. Selang lima hari berada di rumah sakit, Enung dinyatakan meninggal dunia.

“Jumat malam kemarin, jenazah Enung sudah dibawa dan diserahkan ke pihak keluarga,” tambah dia. (Asep Mulyana)

Loading...