Mahasiswa Unpak Wajib Kurangi Sampah Plastik

Mahasiswa Unpak Wajib Kurangi Sampah Plastik
Foto: INILAH/Rizki Mauludi

INILAH, Bogor - Universitas Pakuan (Unpak) Bogor mencanangkan mahasiswa membawa tempat air minum ke kampus. Pihak kampus pun melarang menggunakan bahan-bahan plastik sekali pakai.

Wali Kota Bogor Bima Arya didampingi Rektor Unpak Bogor Bibin Rubini dan Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya (FISIB) Agnes Setyawati secara simbolis menyerahkan tempat minum (tumbler) kepada tiga mahasiswa saat Program Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) di Lapangan Tengah Unpak Bogor, Jumat (6/9/2019) lalu.

Dua dari tiga mahasiswa FISIB yang menerima tumbler berasal dari luar negeri, yaitu Almoazer Abdelaal Abdllatif Abdelrahman asal Sudan dan Rizwana Abdullah asal India. Satu mahasiswa lain adalah Salsadila Khairun Nissa.

Bima Arya mengapresiasi dukungan Unpak Bogor terhadap kebijakan Pemkot Bogor untuk peduli kepada lingkungan dengan mengatasi persoalan sampah.

"Saya sebagai Wali Kota senantiasa berpikir dan berikhtiar tidak hanya untuk hari ini dan berupaya untuk bisa merasakan apa yang orang lain rasakan. Salah satunya mengeluarkan Peraturan Wali Kota (Perwali) Kota Bogor Nomor 61 Tahun 2018 tentang Pengurangan Penggunaan Kantong Plastik yang sudah diberlakukan sejak 1 Desember 2018," ungkap Bima, Minggu (8/9/2019).

Bima melanjutkan, apa yang dilakukan di Kota Bogor akan berdampak bagi daerah lain, salah satunya jika orang Bogor jorok membuang sampah sembarangan seperti plastiknya secara tidak terkendali, bukan hanya Kota Bogor yang akan mendapat masalah.

"Ya, tidak hanya kita, tapi daerah lain. Karena itu kita harus bisa merasakan itu," tambahnya.

Bima menjelaskan, semua pihak harus berpikir dan mengelola sampah mulai dari sekarang. Sebab, jika tidak bertindak akan menjadi persoalan di masa depan dan generasi penerus, di antaranya dengan mengelola dan mengurangi sampah mulai dari hulu atau dari rumah tangga.

"Tujuannya tidak lain karena kami memikirkan masa depan dan turut merasakan apa yang dirasakan orang lain," jelasnya.

Sementara itu, Rektor Unpak Bogor Bibin Rubini mendukung berbagai kebijakan yang sudah ditetapkan Pemkot Bogor, salah satunya Peraturan Daerah Kawasan Tanpa Rokok (Perda KTR). Jika nanti di kampus Unpak ada mahasiswa yang kedapatan merokok, maka akan dikenakan sanksi. Selain itu kata dia, polusi tidak hanya udara dan sampah plastik, tapi ada polusi yang mengotori pikiran, yaitu polusi informasi hoaks.

"Jadi, kalian harus memiliki kecerdasan data untuk menangkalnya. Tahun 2019 ini Unpak Bogor menerima kurang lebih sebanyak 3.100 mahasiswa, 700 lebih diantaranya adalah mahasiswa FISIB," pungkasnya. (Rizki Mauludi)

Loading...