PM Israel Klaim Temukan Situs Baru Nuklir Iran

PM Israel Klaim Temukan Situs Baru Nuklir Iran
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. (Net)

INILAH, Yerusalem- Perdana Menteri Israel mengumumkan apa yang ia katakan sebagai situs senjata nuklir Iran yang sebelumnya tidak diungkap. Pernyataannya semakin meningkatkan pertikaian antara kedua negara yang bermusuhan.

Pengumuman PM Benjamin Netanyahu itu disampaikan ketika badan pengawas nuklir PBB mengadakan pertemuan di Berlin, di mana ia berharap badan itu akan bertindak lebih keras terhadap Iran. Pengumuman juga disampaikan dalam tahap akhir pemilihan nasional Israel, sehingga menuai kritik dari lawan bahwa konferensi pers dadakan itu adalah aksi kampanye. Demikian Associated Press, seperti dikutip dari VOA, Selasa (10/9/2019).

Kepada wartawan, Netanyahu mengatakan, Israel menemukan fasilitas itu, yang terletak di kota Abadeh, Iran tengah, dengan menggunakan informasi yang terkumpul dari setumpuk dokumen yang dicuri agen-agen Israel dari gudang Iran dan diterbitkan awal tahun lalu.

"Iran melakukan percobaan untuk membuat senjata nuklir," ujar Netanyahu.

Ia tidak merinci atau memberi bukti tentang percobaan itu, tetapi menunjukkan dua foto satelit. Foto pertama, diambil Juni lalu, menunjukkan fasilitas itu utuh. Foto kedua, diambil Juli lalu, menunjukkan bagian-bagian fasilitas itu telah hancur. Menurut Netanyahu, itu adalah cara Iran menutupi aksinya setelah Israel menemukan fasilitas itu.

Belum ada reaksi dari Iran. Abadeh, kota kecil yang terkenal akan permadaninya, terletak sekitar 500 kilometer di sebelah tenggara Teheran, ibukota Iran.

Ada proyek bandara yang sudah lama direncanakan di daerah itu dan pihak berwenang sudah memulai pembangunan pada tahun 1995. Menurut pejabat-pejabat, tempat itu bisa menjadi pangkalan pertahanan udara. Namun, belum ada perkembangan besar di lokasi itu.

Koordinat GPS yang disebut Netanyahu memang menunjuk ke beberapa bangunan yang terletak di perbukitan bagian utara Abadeh, menurut gambar satelit yang tersedia secara komersial. Namun, peruntukan bangunan-bangunan itu belum diketahui.

Pengumuman Netanyahu juga mengalihkan perhatian dari kampanye pemilu Israel yang memanas. Israel mengadakan pemilihan ulang pada 17 September setelah Netanyahu gagal meraih mayoritas di parlemen dalam pemilu April lalu. [voa/lat]

Loading...