Jamaah Haji Banyak Terserang Heat Stroke

Jamaah Haji Banyak Terserang Heat Stroke
Ilustrasi (Net)

INILAH, Jakarta - Seluruh jamaah haji dari seluruh dunia sangat konsentrasi penuh di Padang Arafah saat menjalankan ibadah Wukuf.

Hal tersebut terlihat pada Sabtu (10/8/2019) waktu setempat. Jamaah haji Indonesia sudah memasuki kawasan Arafah. Menurut laporan dari Pos Kesehatan Haji (Poskes) Arafah, hingga Sabtu sore, beberapa jamaah haji Indonesia terserang berbagai penyakit.

Tidak hanya dirawat di Poskes Arafah akan tetapi sebagian juga ada yang sampai harus dirujuk ke RS Arab Saudi.

"Sampai saat ini sudah ada 59 pasien yang dilayani di pos kesehatan. Sebagian terkena heat stroke. Beberapa sudah stabil. Ada yang dirujuk ke RS Arab Saudi," jelas dr. Firman, PJ Triase Poskes Arafah, seperti yang dikutip dari siaran pers, Senin (12/8/2019).

Kasus heat stroke disebabkan oleh beberapa faktor risiko. Pertama akibat dari tingginya suhu udara di Arafah. Hal ini menyebabkan tubuh mudah kehilangan cairan atau dehidrasi.

Kedua rendahnya kelembaban udara. Dengan rendahnya kelembaban udara, cairan mudah menguap, sehingga kerap kali kita tidak menyadari ketika kita kekurangan cairan.

Berikutnya adalah perilaku jamaah itu sendiri. Kebiasaan tidak menggunakan alat pelindung diri seperti payung, menyebabkan jamaah mudah sekali terkena sengatan panas di alam terbuka seperti di Padang Arafah.

Jamaah haji masih akan menjalankan rangkaian ibadah haji di Muzdalifah dan Mina. Bukan tidak mungkin, kasus heat stroke masih akan terjadi.

Karena itu, Kepala Pusat Kesehatan Haji Kemenkes, Dr. dr. Eka Jusup Singka, MSc mengimbau jamaah haji selama di Armuzna tetap beraktivitas melakukan ibadah di dalam tenda, jangan banyak melakukan kegiatan yang tidak perlu di luar tenda. Sesering mungkin minum, tidak perlu menunggu haus, dan campurkan dengan oralit.

Eka juga meminta jamaah untuk menggunakan alat pelindung diri seperti masker, payung, semprotan air dan sandal, jika memang harus keluar tenda. Terakhir, jika jamaah mengalami keluhan kesehatan, segera menghubungi tenaga kesehatan di kloternya. (inilah.com)