Nilailah Baik Semua Kebaikan Lalu Laksanakan

Nilailah Baik Semua Kebaikan Lalu Laksanakan
Ilustrasi/Net

DULU pernah saya tulis quote berikut ini: "Ada banyak hal sederhana yang kita remehkan, padahal yang sederhana itu kadangkala menjadi sebab datangnya kebaikan, perbaikan dan nasib baik. Ada banyak hal besar yang kita unggulkan, padahal yang kita unggulkan itu kadang kala menjadi sebab datangnya kerusakan, pengrusakan dan nasib rusak. Bukan bermakna bahwa kita tak perlu membuat program unggulan, namun jangan pernah kita meremehkan suatu perbuatan sesederhana apapun kebaikan perbuatan itu."

Semua kebaikan adalah baik untuk dilakukan. Tersenyum bisa jadi adalah hal biasa yang mungkin sekali memiliki efek luar biasa. Senyuman Rasulullah menjadi berita besar kemuliaan hidup beliau, menjadi pengubah pola hubungan kemanusiaan dari keras menjadi lembut, dari kasar menjadi halus. Peradaban dunia akhirnya menjadikan beliau sebagai rujukan.

Tak hanya senyuman, namun demikian juga menyapa dengan penuh keakraban. Manusia diberi nama untuk dipanggil dan disapa. Saat identitas yang paling dasar dan sederhana ini, yakni nama, disapa dari hati yang tulus, maka hati pemilik nama akan bangga dan bahagia, terpana dan terpesona. Imbal baliknya adalah balasan senyuman dan kebaikan pada sang penyapa. Sederhana sekali, bukan.

Jabatan tangan adalah hal sederhana lainnya yang tak boleh diremehkan. Bukankah kesepakatan selalu ditandai oleh jabatan tangan? Bukankah menjabat tangan sezeorang itu tak berbiaya dan gak mengeluarkan tenaga besar? Lalu mengapa banyak orang tak mau mengulurkan tangan untuk jabat tangan sambil menyapa dan tersenyum? Lantas mengapa bayak yang menolak menerima jabat tangan?

Kita tak tahu siapa yang akan menolong kita esok dan lusa, tak tahu siapa yang akan menjadi teman setia yang sesungguhnya saat kini dan akan datang. Bersalamanlah, berjabat tanganlah. Jabat tangan itu memanjangkan umur, kata kakek tua berusia 123 tahun yang istiqamah berjabat tangan minimal 7 orang seusai shalat di sebuah masjid di Jawa Timur itu.

Terimalah sapaan dan senyuman saya dari Tanah Suci Mina pagi ini. Terimalah jabat tangan batin saya dari tempat barakah ini. Semoga semua keinginan dikabulkan Allah SWT. Salam, AIM. [Inilah.com]