Taman Perjuangan, Simbol Baru Kota Cimahi

Taman Perjuangan, Simbol Baru Kota Cimahi
Taman Perjuangan di Kota Cimahi. (Istimewa)

INILAH, Cimahi - Ada pemandangan baru jelang HUT Ke-74 RI, Cimahi kembali menghias diri dengan menyuguhkan Taman Perjuangan lengkap dengan Monumen Alat Utama Sistem Persenjataan (Alutsista).

Taman yang berlokasi di Jalan Baros, Cimahi Tengah ini, diresmikan langsung oleh Wali Kota Cimahi Ajay Muhammad Priatna, Selasa (13/8/2019).

Peresmian Taman Perjuangan ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Wali Kota Cimahi. Monumen ini menjadi sebuah simbol bagi Kota Cimahi yang dikenal sebagai Kota Militer.

Selain itu, Taman Perjuangan ini dibangun sebagai bentuk penghargaan atas perjuangan dan jerih payah para pejuang yang telah berhasil merebut dan mempertahankan NKRI.

Posisi taman yang strategis di median jalan yang merupakan pintu masuk pertama ke Kota Cimahi dari arah pintu tol menjadikan Taman Perjuangan jadi sebuah landmark Kota Cimahi yang seolah menyambut dengan ucapan Selamat Datang di Kota Militer.

Selain sebagai tempat rekreasi, Taman Perjuangan ini juga bertujuan untuk memberikan edukasi pada masyarakat Cimahi khususnya terutama tentang latar belakang sejarah Kota Cimahi.

Kota Cimahi sendiri dibangun pada masa kolonial Belanda tahun 1886 dengan fungsi utama sebagai tempat garnisun militer. Karena itu, Kota Cimahi memiliki julukan sebagai Kota Militer dan sampai sekarang menjadi pusat pendidikan militer di Indonesia.

Di tahun 2018 lalu, Kota Cimahi mencanangkan Cimahi Military Tourism, sebagai upaya mendukung ‎pengembangan kegiatan tersebut, TNI AD memberikan bantuan berupa 5 alutsista, di antaranya Tank AMX-13 APC, 2 Paser Saladin Fv 601, dan 1 Meriam M-48 dengan kondisi telah didemiliterisasi.

Dari 5 alutsista yang ada, dua unit tank ini yang bisa disaksikan di Taman Perjuangan yakni Tank AMX-13 APC dan Paser Saladin.

Tiga unit alutsista lainnya nantinya akan ditempatkan di Taman Adiraga, Jalan Jenderal Sudirman (Panser Saladin), Taman Sriwijaya (Tank AMX-13 APC), dan di batas kota tepatnya di Kelurahan Padasuka berupa Meriam M-48.

Atas bantuan yang telah diberikan, Wali Kota Cimahi mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya khususnya pada seluruh  Danpusdik yang a‎da di kota Cimahi.

Pemkot Cimahi memfungsikan kelima alutsista sebagai monumen untuk memperingati perjuangan para tentara dalam upaya menjaga dan mempertahankan kedaulatan NKRI.

"Kami dari berharap perjuangan para pendahulu kita bisa ditransformasikan ke era sekarang dan kami dari Pemerintah Kota Cimahi akan memperjuangkan sekuat tenaga bagaimana mewujudkan apa yang menjadi harapan masyarakat," pungkasnya. (Agus SN)