Pendiri PayPal: Google Sangat Pro China

Pendiri PayPal: Google Sangat Pro China
Ilustrasi/Net

INILAH, Washington DC - Salah seorang pendiri PayPal, Peter Thiel, menuduh Google telah bekerja sama dengan Pemerintah China dan tidak dengan pemerintah di negara asalnya, AS.

Dia juga menyerukan kepada Pemerintah AS untuk menyelidiki Google adalah untuk melihat apakah ada 'infiltrasi asing' pada raksasa teknologi itu.

Thiel, seorang konservatif, awalnya menyerukan penyelidikan federal pada pertengahan Juli di Konferensi Konservatisme Nasional di Washington.

Miliarder, yang juga duduk di dewan direksi Facebook itu, mengatakan bahwa terlepas apakah sebuah perusahaan AS bekerja dengan perusahaan sipil di China, semua teknologi diteruskan ke militer negara komunis itu.

"(Hal) itu tidak seperti AS, di mana Anda memiliki perusahaan yang berbeda dan orang yang berbeda dan Anda memiliki sektor pemerintah dan sektor swasta dan hal-hal itu tidak selalu berkoordinasi atau bekerja sama," kata Thiel kepada Sunday Morning Futures.

Secara khusus, Thiel menyatakan keprihatinannya tentang berbagi teknologi pada unit kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) Google yang disebut DeepMind, apa yang dia anggap 'permata mahkota' perusahaan teknologi.

DeepMind didirikan pada 2010 dan dibeli oleh Google pada 2014. Raksasa pencarian itu membuka laboratorium penelitian AI di China.

Pendirian dilakukan pada tahun yang sama ketika China mengubah konstitusi untuk memasukkan mandat yang mengharuskan semua penelitian yang dilakukan di dalam negeri dibagikan ke militer negara Panda itu.

"Saya pikir itu belum pernah terjadi sebelumnya dalam 100 tahun terakhir, atau pernah. Perusahaan besar AS menolak untuk bekerja dengan militer AS dan telah bekerja dengan saingan geopolitik kami," kata Thiel, dikutip dari laporan Fox Business, Senin (12/8/2019).

"Jadi ini bukan hal liberal-konservatif ... ini benar-benar belum pernah terjadi sebelumnya," imbuhnya.

Seorang juru bicara Google menyebut tuduhan Thiel 'tidak berdasar' dan mengatakan perusahaan itu tidak bekerja dengan militer China.

"Pekerjaan AI kami di China terbatas, dengan sejumlah kecil orang bekerja pada open source global dan kegiatan yang terkait dengan pendidikan," kata juru bicara itu kepada Fox Business dalam sebuah pernyataan.

"Kami bangga melanjutkan sejarah panjang kerja kami dengan pemerintah AS, termasuk Departemen Pertahanan, di banyak bidang termasuk keamanan dunia maya, perekrutan, dan perawatan kesehatan," lanjut juru bicara Google.

Komentar Thiel juga mendapat perhatian dari Presiden Donald Trump, yang mengatakan akan merekomendasikan berbagai lembaga federal, dan mungkin Departemen Kehakiman, untuk menyelidiki Google. (Inilah.com)