Pintu Masuk Gedung DPRD Kota Bandung Dijaga Ketat

Pintu Masuk Gedung DPRD Kota Bandung Dijaga Ketat
Foto: INILAH/Okky Adiana

INILAH, Bandung – Ada tampilan baru di DPRD Kota Bandung kali ini. Beberapa akses pintu masuk gedung DPRD Kota Bandung dijaga ketat oleh petugas keamanan gedung rakyat itu. 

Bahkan, sebagian akses pintu keluar masuk tertutup rapat dan terkunci menggunakan tombol yang tak dapat diakses semua orang.

Tampak di bagian samping kanan pintu masuk ke lantai satu dijaga ketat oleh beberapa petugas keamanan. Selain anggota dewan atau staf kesekretarian, pihak lain dilarang memasuki pintu ini. Di bagian depan gedung yang merupakan akses masuk pintu utama juga dijaga petugas, termasuk di masing-masing pintu masuk ruang komisi dan fraksi mendapatkan panjagaan serupa.

“Itu kan hanya prosedur biasa selama tidak menghalangi substansinya. Melarang (masuk gedung DPRD, red) itu kan memang kami harus mengetahui orangnya siapa, berasal dari mana, dan keperluannya apa. Karena kami juga harus menjaga lingkungan DPRD ini aman dari hal-hal yang tak diinginkan,” ujar Ketua DPRD Kota Bandung Sementara Yudi Cahyadi kepada wartawan, Rabu (14/8/2019).

Saat disinggung pengamanan ini berhubungan dengan insiden yang sempat terjadi ketika pelantikan, Yudi menyanggah. Dirinya menekankan bahwa pengamanan merupakan prosedur keamanan yang biasa dilakukan.

Yudi menambahkan, prosedur akses untuk menyampaikan aspirasi ke DPRD Kota Bandung, bisa melalui surat-menyurat atau langsung datang ke ruang komisi maupun fraksi.

“Bukan. Tidak ada hubungan dengan yang kemarin. Ini murni prosedur biasa. Kami tetap terbuka, silahkan datang ke DPRD dan bebas untuk menyampaikan aspirasinya," paparnya.

Penerapan keamaan super ketat gedung DPRD Kota Bandung ini terbilang efektif. Hanya saja tampak sedikit kaku untuk akses masuk gedung. Penjagaan ketat tetap diterapkan, walaupun Yudi mengakui, selama ini tidak pernah terjadi hal-hal di luar dugaan keamanan dan kenyaman di dalam gedung. 

“Alhamdulillah selama ini enggak ada keadian-kejadian yang tak diinginkan. Setiap orang boleh masuk untuk menyampaikan aspirasinya,” tambahnya. (Okky Adiana)