Tak Kantongi Izin, Penambangan Batu Kapur di Karawang Disetop

Tak Kantongi Izin, Penambangan Batu Kapur di Karawang Disetop
Foto: Antara

INILAH, Purwakarta - Kerusakan lingkungan, terutama di daerah resapan air, saat ini kian memprihatinkan. Ekploitasi, sudah tak lagi menghiraukan alam lingkungan sekitar.

Tak heran, jika sampai saat ini banyak terdapat gunung-gunung di sejumlah wilayah dalam kondisi rusak. Tak hanya pohonnya saja yang ditebangi, material alam di gunung tersebut pun turut diambil.

Kondisi tersebut seperti yang terjadi di pegunungan wilayah bagian Selatan Kabupaten Karawang. Di wilayah itu, terdapat gunung batu kapur (Karst) yang terus-terusan di eksploitasi.

Padahal, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Karawang, sebeneranya sudah menyetop aktivitas penambangan batu kapur itu. Artinya, saat ini aktivitas penambangan itu tidak mengantongi izin sebagaimana mestinya.

Kabid Penataan Peraturan Lingkungan, DLHK Kabupaten Karawang Theo Suryana menuturkan, aktivitas pertambangan tersebut berada di area Karst Pangkalan, Desa Tamansari, Kecamatan Pangkalan. Beberapa hari lalu, pihaknya telah mengecek ke lokasi untuk memastikan informasi soal masih adanya aktifitas tambang di areal tersebut.

"Menurut informasi, penambangan ini sudah berlangsung sejak 10 hari lalu," ujar Theo kepada wartawan, (14/8/2019).

Di Karst pangkalan, pihaknya menyaksikan ada aktifitas pertambangan. Terbukti, ada dua ekskavator dan sejumlah truk mengangkut batu kapur. Atas kondisi ini, pihaknya mewanti-wanti supaya aktivitas tersebut dihentikan mulai hari ini.

Apalagi, berdasarkan keterangan, pengambilan batu kapur ini sudah terjadi sejak 10 hari terakhir. Penambangan tersebut, dilakukan atas perintah Rahmat Syahmakmur. Rahmat, merupakan pemilik lahan.

Jadi, yang bersangkutan menambang batu kapur di lahan pribadinya, yang luasnya mencapai 1.000 meter persegi. Lahan tersebut, diperuntukan bagi kandang ayam skala besar. Akan tetapi, penambangan di karst kelas satu tersebut, tidak sesuai prosedur.

"Belum mengantongi izin tambang. Perizinan pertambangan lagi diurus, katanya sedang berupaya diselesaikan. Bagi DLHK, yang penting perizinan diselesaikan. Makanya kami setop dulu, penambangan ini," kata dia.

Sementara itu, sang pemilik lahan, Rahmat Syahmakmur membantah jika pihaknya telah menambang batu kapur. Adapun pengambilan batu kapur selama 10 hari terakhir ini, untuk menata tanah. Supaya, sesuai dengan landskap untuk kandang ayamnya nanti.

"Saya tidak menambang, aktivitas ini hanya untuk penataan tanah saja," ujarnya. (Asep Mulyana)