Mahasiswa Keperawataan Unpad di Usia 15 Tahun 

Mahasiswa Keperawataan Unpad di Usia 15 Tahun 
Foto: Net

INILAH, Bandung - Elysia Widyadhari merupakan salah satu mahasiswa Universitas Padjajaran (Unpad) tahun akademik 2019/2020. Mahasiswa asal Kota Tanggerang Selatan ini, menjadi mahasiswa program studi Ilmu Keperawatan pada usia 15 tahun 9 bulan. 

Uniknya, Elysia tercatat sebagai mahasiswa baru termuda di Unpad. Dia, dulunya menempuh pendidikan taman kanak-kanak di TK Negeri 1 Depok selama satu tahun (2008-2009) dilanjutkan ke SDN Pondok Cabe Udik II selama enam tahun (2009-2015), lalu SMPN 4 Tangerang Selatan mengambil program akselerasi selama dua tahun (2015-2017) dan SMAN 3 Tangerang Selatan juga mengambil akselerasi selama dua tahun (2017-2019).

"Saat SMP dan SMA, saya mengikuti program akselerasi atau percepatan Studi yang masing-masing ditempuh selama dua tahun. Alhamdulillah bisa masuk Unpad di umur 15 tahun 10 bulan," kata Elsiya.

Saat ditanya tentang alasannya memilih Program Studi Ilmu Keperawatan, Elysia mengaku sudah tertarik pada dunia kesehatan sejak SMA. Ada keinginan untuk menjadi seorang relawan di bidang kesehatan saat menjadi mahasiswa nanti.

“Keperawatan menarik juga. Di prodi Ilmu Keperawatan ini, saya juga bisa mengembangkan jiwa sosial saya,” lanjutnya.

Perempuan yang lahir pada 16 Oktober 2003 ini mantap ingin aktif selama kuliah. Bukan hanya dunia akademik, tetapi juga di kegiatan kemahasiswaan. Guna mengamalkan ilmunya, Elysia juga ingin menjadi relawan untuk bidang kesehatan dan kemanusiaan.

“Ingin coba aktif di organisasi, di kampus atau di luar kampus. Saya ingin juga ikut kegiatan-kegiatan seperti volunteer di bidang kesehatan atau kemanusiaan,” ujar Elysia.

Dinyatakan diterima di Unpad lewat jalur SBMPTN merupakan hadiah terbesar bagi Elysia. Ia mengaku sempat gagal masuk perguruan tinggi impiannya pada jalur seleksi lain. Meski sempat gagal, ia optimistis untuk tidak pernah menyerah.

“Kejar saja apapun mimpinya, tidak apa-apa kalau gagal, saya juga pernah ditolak berkali-kali kok. Kalau gagal, ubah strateginya bukan mimpinya,” pungkasnya. (Okky Adiana)