Irjen Boy Rafli Amar Jalani Sidang Promosi Doktor di Unpad

Irjen Boy Rafli Amar Jalani Sidang Promosi Doktor di Unpad
(Foto: Ridwan)

INILAH, Bandung - Wakil Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Wakalemdiklat) Polri Irjen Boy Rafli Amar menjalani sidang promosi doktor di Universitas Padjajaran (Unpad), Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Rabu (14/8/2019).

Guna mendapatkan gelar doktornya, Boy memilih judul disertasi 'Integrasi Manajemen Media Dalam Strategi Humas Polri Sebagai Aktualisasi Promoter'.

Dalam disertasinya, Boy mengungkapkan, terkait keberhasilan polri dalam meningkatkan kepercayaan publik. Pasalnya, Dari data yang dikeluarkan oleh Litbang Kompas, sejak tahun 2016-2018 tren kepuasan publik terhadap Polri terus meningkat. Pada tahun 2016 kepuasaan publik terhadap Polri mencapai 63,2 persen, tahun 2017 73,05 persen dan pada tahun 2018 mencapai 82,9 persen.

"Kemampuan petugas untuk mengelola harapan publik melalui kebijakan dan kinerja teknis di lapangan, menjadi sebuah aktivitas strategis bagi institusi kepolisian," ucap Boy dalam pidatonya.

Selain itu, Boy menjelaskan, ketika petugas mampu menjaga berbagai harapan masyarakat, persepsi tentang kinerja petugas dapat menjadi positif yang akhirnya berujung pada lahirnya kepercayaan publik pada Institusi Polri.

Kendati demikian, Boy mengungkapkan, guna meningkatkan tingkat kepercayaan publik terhadap institusi Polri. Seyogyanya Polri memiliki manajemen media yang baik. Pasalnya, tidak dapat dipungkiri media memilki kekuatan untuk memberikan informasi kepada masyarakat.

"Fungsi media sebagai penyedia informasi dan dapat mempengaruhi opini, sikap serta kepercayaan publik terhadap sebuah organisasi," ujar Boy.

Selanjutnya, Boy menjelaskan, dalam perjalanannya institusi Polri pernah memiliki tingkat kepercayaan publik dibawah 50%. Berdasarkan data survei Transparency Internasiobal Indonesia (TPI) pada tahun 2014, menempatkan Polri sebagai lembaga terkorup bersama DPR. Di tahun yang sama, survei litbang Kompas menunjukan tingkat kepuasan publik terhadap institusi Polri hanya 46,7 persen.

Oleh karena itu, lanjut Boy, Intitusi Polri harus belajar dari masa lalu dan lebih meningkatkan tingkat kepercayaan publik di masa yang akan datang. Pasalnya, di era modernisasi seperti saat ini begitu banyak tantangan dan peluang institusi Polri guna meningkatkan tingkat kepercayaan publik. Satu diantaranya pemanfaatan media sosial.

"Polri diharapkan dapat bersikap proaktif memanfaatkan media baru untuk kepentingan pengelolaan informasi ke luar dan ke dalam organisasi sebagai upaya membangun kepercayaan publik," pungkas Boy. (Ridwan)