Gerindra-PKS Dominasi DPRD Jabar, Ini Tanggapan Emil

Gerindra-PKS Dominasi DPRD Jabar, Ini Tanggapan Emil

INILAH, Bandung - Gubernur Jabar Ridwan Kamil angkat bicara terkait prediksi roda pemerintah yang bakal dinamis. Hal tersebut menyusul dominasi Partai Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di susunan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jabar. 

Diketahui, kedua partai tersebut rival Ridwan Kamil secara haluan politik pada Pilpres 2019 yang menyokong pasangan Joko Widodo-Maruf Amin. Namun, Emil -sapaan Ridwan Kamil- mengatakan perseteruan politik itu sudah lewat.

"Jangan membahas lagi urusan masalah yang lalu. Biasakan kita setelah kompetisi selesai kita duduk bersama lagi, untuk membahas apa yang bisa dikerjakan bersama-sama," ujar Emil usai Penyerahan salinan Surat Keputusan  Calon Terpilih Anggota DPRD Provinsi Jawa Jabar 2019 di Kantor KPU Jabar, Jalan Garut, Kota Bandung, Rabu (14/8/2019). 

Emil pun memastikan siap menerima kritikan yang membangun andaikata ada kebijakan maupun program yang digagas tidak sesuai dengan harapan rakyat. Bahkan, lanjut dia, kesiapan menerima kritikan tersebut tidak hanya untuk dua partai penguasa di DPRD Jabar, yaitu Partai Gerindra dan PKS. 

Dia menyadari, tanpa kritikan, tidak akan diketahui apakah sejumlab keputusan dan pembangunan yang digarap Pemprov Jabar akan pro kepada masyarat atau tidak.

"Tidak hanya dua partai, mau kritikan dari partai pengusung bukan pengusung dari mayarakat dan dari manapun selama itu mengkritik membangun itu sangat dibutuhkan,"  paparnya.

Menurut dia, badan legislatif memiliki fungsi untuk melakukan pengawasan pada pembangunan dan juga memberikan penguatan kepada masyarkat. Di mana ada tiga tugas yang akan diemban oleh anggota DPRD Provinsi Jabar periode 2019-2024, yaitu penganggaran, legialasi dan pengawasan. 

"Rakyat juga perlu penguatan penguatan kemudian juga tentunya pengawasan pembangunan," ucapnya.

Diketahui, dengan jumlah 120 anggota DPRD Jabar itu terpilih sebanyak 62,5% atau 75 orang merupakan wajah baru. Dengan kehadiran sejumlah anggota anyar itu diakuinya akan menumbuhkan semangat dalam memajukan Jabar. 

"Kita tunggu setelah tanggal 2 September karena pelantikannya akan dilaksanakan di 2 September di Gedung Merdeka," katanya.

Emil melanjutkan, usai pelantikan maka DPRD Jabar perlu waktu dalam memilih pimpinan, fraksi maupun komisi. Dia mengatakan, dimungkinkan pada awal Oktober kondisinya relatif siap mengawal Jabar. 
 
"Kami sangat terbuka selama untuk kepentingan masyarakat Jabar kita bisa dialog. Tidak ada lagi istilah Pilgub, Pileg, Pilpres. Itu sudah lewat. Yang kita samakan sekarang yaitu bersama-sama melangkah menuju Jabar Juara Lahir Batin," pungkasnya. (Rianto Nurdiansyah)