KKN Uninus di Empat Kabupaten

KKN Uninus di Empat Kabupaten
Ilustrasi (Istimewa)

INILAH, Bandung - Ketua KKN Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam Nusantara, Yoga Budhi Santoso, menyampaikan bahwa Universitas Islam Nusantara (Uninus) telah melaksanakan KKN di empat kabupaten, yaitu Kabupaten Bandung, Subang, Garut, dan Kabupaten Sumedang.

Seusai melaksanakan kuliah kerja nyata, dari tanggal 1 - 31 Juli 2019, selanjutnya FKIP Uninus akan melaksanakan evaluasi sekaligus untuk memperingati Hari Ulang Tahun Ke-74 Republik Indonesia yang diselenggarakan oleh Forum Silaturahim Dosen (FSD) FKIP Uninus, pada Kamis (15/8/2019).

Pada acara tersebut, para mahasiswa yang telah melaksanakan KKN wajib hadir untuk berbagi dan membahas bagaimana evaluasi program-program yang telah dilaksanakan selama KKN.

Sebetulnya tim monitor dan evaluasi KKN juga sudah dilakukan sebelumnya, acara ini merupakan bentuk program sosialisasi program KKN terhadap mahasiswa baru atau adik kelas yang ke depan juga akan melaksanakan Tri Darma Perguruan Tinggi, berupa pengabdian terhadap masyarakat atau KKN.

“Inilah program-program kakak kelas yang telah dilaksanakan sehingga keberlangsungannya terus berjalan dan lebih baik lagi,” kata Yoga.

Kemarin dari pihak desa alhamdulillah respons dari mereka bagus, bahkan mereka meminta lagi ada program KKN di desanya untuk tahun berikutnya. Selama 30 hari, mahasiswa Uninus melaksanakan KKN di Kecamatan Ciparay, di Subang, di Garut, dan Sumedang.

Selama ini, ada beberapa perubahan dalam program KKN yang dijalankan Uninus, mekanisme sebelumnya KKN itu dikoordinasi di tingkat program studi, bahkan Uninus pernah bikin beberapa model KKN.

Tahun kemarin pelaksanaan di tingkat program studi. Setelah ada evaluasi, tahun 2019 ini dilaksanakan di tingkat fakultas. Dengan mekanisme ini, peluang mahasiswa untuk bertemu dan bergabung dengan mahasiswa lain di luar program studinya dapat terlaksana atau pelaksanaan KKN tersentral di tingkat fakultas.

Mereka para mahasiswa dapat berinteraksi dengan berbagai macam program studi, walaupun dalam sisi program selama KKN mahasiswa dapat melakukan kegiatan dalam KKN yang lebih spesifik jika itu dilaksanakan oleh program studi.

Dengan keragaman latar belakang program studi mahasiswa yang melakukan KKN lebih mendewasakan mahasiswa untuk saling berinteraksi dengan sesama mahasiswa dari jurusan lain, juga berinteraksi dalam kehidupan sehari-hari masyarakat di lokasi KKN.

Memang itulah sisi-sisi yang harus dikembangkan oleh mahasiswa agar bisa berinteraksi dan bersosialisasi dengan kehidupan antar-mahasiswa dan di masyarakat.

Untuk selanjutnya, kami Panitia KKN FKIP Universitas Islam Nusantara tetap melakukan evaluasi apakah akan tetap melaksanakan KKN di tempat yang sudah dilaksanakan atau ke kabupaten lain, itu tergantung Ketua Panitia KKN FKIP Uninus periode yang akan datang.

Dan berdasarkan evaluasi, dari para mahasiswa yang telah melaksanakan KKN, mereka memberi masukan bahwa tempat-tempat yang dijadikan ajang pengabdian mahasiswa terhadap masyarakat itu memang masih banyak yang bisa dilakukan di tempa tersebut. Ini juga menjadi bahan masukan untuk Panitia KKN ke depan untuk menentukan lokasi KKN tahun depan.

KKN di Ciparay

Dari empat kabupaten, ada satu kabupaten yang cocok dan mahasiswa KKN mendapatkan pengalaman berharga, yaitu di Kabupaten Bandung, tepatnya di Kecamatan Ciparay.

Di samping lokasi lebih dekat bagi para mahasiswa yang KKN, juga kehidupan sosial dan kondisi lingkungannya cocok untuk para mahasiswa melaksanakan pengabdian pada masyarakat, misalnya dalam program edukasi bank sampah atau lingkungan hidup.

Di samping itu, lingkungan pendidikan dan faktor ekonomi masyarakatnya juga yang mendukung mahasiswa bisa mengaplikasikan ilmunya saat menimba pendidikan di kampus.

Untuk diketahui pada kegiatan Forum Silaturahmi Dosen (FSD) FKIP Uninus yang akan diselenggarakan beosk (hari ini, Kamis 15/8), FKIP Uninus mengundang para mahasiswa, juga para mahasiswa yang telah KKN, serta para mahasiswa yang aktif di Hima (himpunan mahasiswa) untuk hadir.

Program KKN FKIP Uninus yang mahasiswanya berbasis pendidikan maka program pengabdian ke masyarkatnya pun (KKN-nya) berupa pendidikan, seperti membantu program pendidikan usia dini, dan penyuluhan-penyuluhan kemasyarakatan.

Adapun program fisik untuk masyarakat ada, berupa pemubuatan tong-tong sampah. Itu pun merupakan kegiatan-kegiatan sampingan, yang utama tetap berkaitan dengan pendidikan.

Program Smart Koin

Ada hal yang menarik dan bagus dalam pelaksanaan KKN di Kecamatan Ciparay, namanya program Smart Koin. Awalnya, program ini muncul dari adanya penangan sampah. Saat membuat bank sampah,  lokasi penanganan sampah di bank sampah itu tidak ada.

Ternyata, bank sampah yang awalnya untuk peduli lingkungan, juga ada faktor ekonominya. Dari tabungan sampah yang dikumpulkan itu jadi nilai tambah bagi masyarkat.

Program Smart Koin ini bekerja sama dengan BNI, jadi koin-koin yang dikumpulkan oleh masyarakat dalam penanganan bank sampah ini koinnya ditabung di BNI.

Dari tabungan inilah, selanjutnya dibuat program arisan untuk membuat toilet di rumah kerna memang kebutuhan toilet di rumah ini masih diperlukan di lokasi KKN. (sur)