Debit Turun Drastis, PDAM Distribusi Air Pakai Tangki

Debit Turun Drastis, PDAM Distribusi Air Pakai Tangki
Foto: Net

INILAH, Bandung – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Raharja Kabupaten Bandung mencatat terjadi penurunan debit air di wilayah utara akibat musim kemarau panjang. Debit air turun sekitar 70 persen sehingga distribusi air harus dilakukan manual dengan mobil tangki.

"Kalau distribusi belum terganggu, kami masih melayani pelanggan. Tapi memang untuk wilayah utara Cimahi dan sekitarnya, ada penurunan debit air sampai 70 persen. Kami terpaksa mendistribusikan memakai mobil tangki," kata Manager Junior Humas PDAM Tirta Raharja Sri Hartati melalui telepon seluler, Rabu (11/9/2019).

Menurut Sri, sesuai jadwal distribusi air yang sudah ditetapkan, pengiriman air menggunakan tangki ke Cimahi dan sekitarnya dilakukan sesuai permintaan pelanggan yang membutuhkan.

"Untuk wilayah selatan dan timur masih dilayani seperti biasa. Tapi untuk wilayah utara sudah ada penurunan, jadi dlakukan dengan mobilisasi armada. Tapi tidak setiap hari, pengiriman sesuai permintaan pelanggan. Kadang dua hari sekali," ujarnya.

Sri melanjutkan, pelayanan PDAM Tirta Raharja masih berjalan baik. Bahkan masih bisa memberikan bantuan air bersih kepada masyarakat non pelanggan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung.

"Jumlah sambungan pelanggan kami per akhir Agustus 2019 mencapai 100.021 Sambungan Rumah (SR).  Di antaranya wilayah pelayanan utara 27.247, selatan 32.113, dan timur 40.661 SR. Nah kami juga memberikan bantuan air bersih pada warga non pelanggan bekerja sama dengan BPBD," katanya.

Sri menjelaskan, musim kemarau terjadi lebih awal pada Juni lalu. PDAM harus merekayasa jadwal pendistribusian air, serta mobilisasi armada tangki air kepada pelanggan yang terdampak.

"Kami berupaya untuk tetap menjaga kualitas air di musim kemarau, dengan melakukan pemeliharaan jaringan pipa yang sudah melampaui batas usia teknis secara rutin. Menjaga tekanan pipa agar tetap aman serta membersihkan instalasi pengolahan air," katanya.

Sri juga mengakui sudah terjadi penurunan debit air di Situ Cileunca. Meski tidak mengetahui angka penurunan debit air di Situ Cileunca.

"Setiap musim kemarau pasti turun, saya tidak tahu angka penurunannya, saya perlu koordinasi dulu. Tapi sejauh ini air masih bisa disiitribusikan meski tidak senormal biasanya," ujarnya.

Sri mengimbau masyarakat agar menghemat penggunaan air. Kemudian menyiapkan penampungan air untuk persediaan dan menutup keran ketika tidak dipergunakan. (Rd Dani R Nugraha)