Akreditasi Jadi Dasar Perbaikan Pengelolaan Pendidikan

Akreditasi Jadi Dasar Perbaikan Pengelolaan Pendidikan
Ilustrasi (Istimewa)

INILAH, Ngamprah - Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Barat Imam Santoso MR berharap agar pelaksanaan akreditasi bukan dimaknai untuk mendapatkan nilai semata, tetapi harus dimaknai pula sebagai dasar pijakan perbaikan pengelolaan satuan pendidikan pasca pelaksanaan akreditasi.

Nilai akreditasi pada dasarnya merupakan refleksi tentang sejauh mana satuan pendidikan telah dapat merealisasikan 8 Standar Nasional Pendidikan (SNP).

Karena itu, kebijakan lanjutan pasca pelaksanaan visitasi adalah pelaksanaan penelaahan terhadap berbagai unsur dari SNP tersebut yang selanjutnya dijadikan dasar perbaikan pengelolaan satuan pendidikan.

“Hasil akreditasi dari setiap satuan pendidikan, selayaknya dijadikan dasar perbaikan pengelolaan oleh setiap satuan pendidikan,” tutur Imam saat mengomentari pelaksanaan penerimaan asesor visitasi akreditasi pada jenjang SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA, dan SMK di Aula PGRI Kecamatan Parongpong,  Senin (12/8/2019).

Selanjutnya disampaikan pula bahwa pelaksanaan akreditasi diharapkan dapat mendorong lahirnya pelayanan pendidikan berkualitas.

Untuk itu, pelaksanaan visitasi akreditasi yang dilaksanakan oleh para asesor pun harus dilakukan dengan seobyektif mungkin dengan melihat fakta yang ada. Dengan demikian, dari pelaksanaan visitasi akan diperoleh dua hasil, yaitu nilai akreditasi dan potret mutu setiap satuan pendidikan.

Kepala Bidang Pendidikan SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Barat, Dadang A Sapardan, menyampaikan bahwa visitasi akreditasi oleh para asesor BAN S/M Provinsi Jawa Barat harus dilaksanakan dengan mengacu pada petunjuk operasional pelaksanaan akreditasi.

Visitasi akreditasi harus benar-benar menjadi ajang pembuktian oleh para asesor terkait dengan data isian yang telah dilaksanakan oleh sekolah/madrasah pada aplikasi Sispena dan DIA.

Dengan demikian, penilaian akreditasi yang diberikan oleh setiap asesor merupakan representasi dari potret nyata sekolah/madrasah. Sekalipun demikian, beberapa kekurangan yang dimiliki oleh setiap sekolah/madrasah bila dapat segera diperbaiki, sebaiknya tidak dijadikan dasar penurunan nilai akreditasi.

“Pelaksanaan visitasi akreditasi harus dapat merepresentasikan potret nyata setiap sekolah/madrasah yang menjadi sasaran akreditasi,” ungkap Dadang A Sapardan dalam sambutannya di depan para asesor visitasi akreditasi yang datang dari beberapa kabupaten/kota di Jawa Barat.

Selanjutnya, disampaikan pula bahwa pelaksanaan visitasi akreditasi harus menjadi stimulus bagi setiap sekolah/madrasah guna melakukan berbagai upaya peningkatan kualitas pelayanan pendidikan.

Hasil akreditasi menjadi pekerjaan rumah yang harus dilakukan oleh setiap sekolah/madrasah. Untuk mencapai ke arah itu, dalam pelaksanaan visitasi akreditasi ini, dibutuhkan integritas dari pihak sekolah/madrasah yang menjadi sasaran akreditasi dengan didukung pula oleh integritas dari setiap asesornya.

“Pelaksanaan visitasi akreditasi harus menjadi stimulus bagi setiap sekolah/madrasah guna melakukan berbagai upaya peningkatan kualitas pelayanan pendidikan,” ungkap Dadang.

Di lain pihak, Nanang Saeful Anwar, Ketua KPA Kabupaten Bandung Barat mengemukakan bahwa satuan pendidikan di Kabupaten Bandung Barat telah cukup lama mempersiapkan pelaksanaan akreditasi.

Karena itu, pada pelaksanaan akreditasi kali ini, nilai yang diperoleh setiap satuan pendidikan diharapkan mengalami peningkatan dari nilai yang telah diperoleh sebelumnya.

“Sejak jauh-jauh hari sebelumnya, satuan pendidikan di Kabupaten Bandung Barat sudah mempersiapkan diri untuk menjadi sasaran akreditasi, sehingga dimungkinkan nilai dari pelaksanaan akreditasi akan mengalami peningkatan,” harap Nanang.

Visitasi akreditasi akan dilaksanakan mulai tanggal 13 sampai 16 Agustus 2019. Kegiatan ini akan dilaksanakan pada 84 satuan pendidikan, terdiri dari 58 SD/MI, 14 SMP/MTs, 5 SMA/MA, dan 4 SMK.

Visitasi akreditasi merupakan bentuk konfirmasi atas kebenaran dan keakuratan data evaluasi diri sekolah/madrasah yang sudah di-input melalui Sispena dan DIA.

Sebelum pelaksanaan visitasi, seluruh sekolah/madrasah yang menjadi sasaran akreditasi telah menuangkan evaluasi diri masing-masing secara online melalui aplikasi tersebut.

Karena itu, penugasan asesor ini merupakan langkah konfirmasi atas data yang telah diisikan pada aplikasi oleh setiap sekolah/madrasah. “Saya berharap, apa yang tertuang dalam aplikasi dapat dibuktikan oleh setiap sekolah/madrasah kepada setiap asesor,” pungkas Nanang. (Agus SN)