Hakim Keluarkan Surat Pemanggilan Alvin Lim

Hakim Keluarkan Surat Pemanggilan Alvin Lim
Foto: Net

INILAH, Jakarta - Drama persidangan terdakwa Alvin Lim (AL) dalam kasus penipuan dokumen asuransi memasuki babak baru di PN Jakarta Selatan.

Akhirnya, Hakim menyetujui permintaan Jaksa untuk mengirimkan surat pemanggilan paksa kepada AL untuk hadir pada sidang berikutnya 25 September 2019. Hakim juga meminta Jaksa untuk membawa dokter pemerintah untuk memeriksa apakah Alvin Lim benar sakit.

Pada persidangan yang berlangsung Rabu (11/9/2019) lalu, AL kembali mangkir dari persidangan. Padahal sebelumnya, dirinya menghadiri sidang pra-peradilan sebagai saksi di lokasi yang sama, PN Jakarta Selatan, pada kasus lain.

"Saya rasa siapapun pasti geram, melihat perilaku dia. Di sisi lain berkoar-koar membela keadilan di PN Jaksel. Tapi pada saat yang sama, justru menghianati pengadilan dengan mangkir sidang terus. Dia juga cukup berani datang ke PN Jaksel untuk kasus lain, padahal kehadirannya disaksikan petugas dan media," ujar Praktisi hukum Ali Zubeir Hasibuan dari Indonesia In Absentia Watch.

Sebelumnya, media menyaksikan tatkala dia hadir sebagai saksi fakta dalam praperadilan persidangan kasus lain di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Senin (3/9/2019). Namun, keesokan harinya pada Rabu (4/9/2019) saat persidangan kasus yang menjeratnya sebagai terdakwa digelar, lagi-lagi ia mangkir dengan alasan sakit. Hal ini berulang kembali, pada persidangan Selasa (11/9/2019) lalu, dia kembali tidak hadir.

"Apa yang dilakukan AL dengan terang benderang terbukti mencederai hukum di Indonesia. Tindakannya ini juga tidak memberikan contoh yang baik, bagaimana seorang yang seharusnya melek hukum, malah mempermainkan ketentuan hukum di negeri ini," ujar Ali.

Ali juga prihatin dengan kasus-kasus yang melibatkan dia, karena biasanya dengan grup atau lingkaran orang-orang yang sama.

"Coba kita telusuri, dalam berbagai kasus yang melibatkan dia. Lingkaran orangnya itu-itu saja, seperti sebuah grup. Hanya saja kasusnya bermacam-macam. Dia mungkin tidak menyadari bahwa jejak digital perkara, dapat ditelusuri dengan mudah," tambahnya.

Ali berharap drama terdakwa AL ini segera berakhir. Perkara dengan nomor: 1036/Pid.B/2018/PN JKT.SEL, segera mendapatkan perhatian serius dari perangkat penegak hukum agar tidak muncul lagi sindikasi yang mencoreng wibawa hukum di Indonesia. (INILAHCOM)

Loading...