Pasca-Kecelakaan, Polres Purwakarta Gelar Doa Bersama di Ruas Tol Cipularang

Pasca-Kecelakaan, Polres Purwakarta Gelar Doa Bersama di Ruas Tol Cipularang
Foto: Asep Mulyana

INILAH, Purwakarta – Kecelakaan maut yang kerap terjadi di ruas tol Cipularang, sejauh ini menjadi perhatian serius semua pihak. Tak jarang juga, banyak masyarakat yang mengaiktakn kecelakaan di jalur itu dengan hal-hal mistis. Padahal, sebenarnya kecelakaan itu sebagian besarnya karena faktor human error.

Kengerian yang terbayang di jalur bebas hambatan penghubung Jakarta-Bandung itu sebenarnya tak hanya jadi perhatian masyarakat. Petugas kepolisian di wilayah ini juga menyadari hal itu.

Apalagi, hasil pemetaan pihak kepolisian di wilayah itu menyimpulkan, di jalur tersebut terdapat beberapa titik yang rawan terjadi kecelakaan (Black spot). Di jalur ini, ada 10 Kilometer yang dianggap rawan kecelakaan. Yakni, dari mulai KM 90 hingga KM 100 di kedua arah. Jalur tersebut, secara teritorial masuk ke wilayah Kabupaten Purwakarta.

Belum lama ini, kasus kecelakaan menonjol juga kembali terjadi di jalur tersebut. Dalam peristiwa kali ini, melibatkan 21 kendaraan itu. Bahkan, delapan orang tewas mengenaskan dan puluhan lainnya mengalami luka-luka.

10 hari pascaterjadi kecelakaan menonjol, jajaran Polres Purwakarta menggelar do'a bersama di sekita ruas Tol Cipularang. Kegiatan do'a bersama ini digelar di Masjid Al Mi'raj rest area KM 97, Kecamatan Darangdan. Dalam kesempatan itu, kepolisian juga turut mengundang para sesepuh di wilayah tersebut.

Kapolres Purwakarta AKBP Matrius, mengatakan, do'a bersama ini digelar setelah melaksanakan shalat Jumat. Tujuannya, untuk mendo'akan arwah yang meninggal dunia dalam kecelakaan yang terjadi pada 2 September lalu. Serta, berdoa semoga korban yang selamat segera diberi kesembuhan. 

“Dalam untaian doa bersama ini, kami juga meminta kepada yang Maha Esa supaya kedepannya tidak ada lagi kecelakaan menonjol di sepanjang ruas Tol Cipularang,” ujar Matrius, Jumat (13/9).

Dia menjelaskan, do'a bersama ini melibatkan para pemangku kepentingan lalu lintas angkutan jalan. Selain dari kepolisian, unsur lain yang hadir yakni dari Jasa Marga, Dishub, Damkar, Jasa Raharja, termasuk masyarakat sekitar. (Asep Mulyana)

Loading...