Jabar Kejar Sempurna Sistem Terpadu Pariwisata dan Monitoring Kebencanaan

Jabar Kejar Sempurna Sistem Terpadu Pariwisata dan Monitoring Kebencanaan
net

INILAH, Bandung - Pemprov Jabar mendeklarasikan bakal mengenjot sektor pariwisata mengingat potensinya yang besar. Di sisi lain, tingkat kebencanaan di Jabar cenderung tinggi.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Jawa Barat Setiaji mengatakan, pihaknya akan memfasilitasi sektor pariwista dan kebencanaan di Jabar melalui sistem terpadu. Yang saat ini sedang digodok, adalah aplikasi untuk memonitor bencana. 

"Akhir tahun ini paling tidak versi pertamanya sudah bisa diluncurkan," ujar Setiaji, Minggu (15/9/2019).

Aplikasi ini, dia sampaikan, sesuai dengan permintaan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. Di mana nantinya tidak sekadar dapat memonitor titik bencana dan lokasi pengungsian, namun secara detail dapat diketahui seperti berapa jumlah korban jiwa, berapa bantuan yang harus dikirim dan sudah disalurkan, hingga peringatan dini bencana untuk masyarkat.

"Kita juga memberikan early warning sistem ke daerah yang bencana. Misalkan hati-hati karena curah hujan tinggi dan lain-lain," ucap dia.

Sementara untuk mendorong sektor pariwisata, pihaknya akan melakukan beberapa pengembangan termasuk untuk sistem informasi pariwista terpadu. Di mana saat ini Pemprov Jabar melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jabar telah memiliki portal yang mengintegrasikan sistem wisata, mulai dari informasi event hingga destinasi wisata andalan. Dalam hal ini, Diskominfo Jabar memfasilitasi melalui sistem terpadu tersebut. 

"Kita berharap masyarkat juga bisa masukin event-event di sana. Kan ada juga yang sifatnya event di level bukan provinsi tapi level kota/kabupaten atau juga swasta. Sehingga menjadi sistem informasi terpadu untuk wisata di Jabar," katanya.

Tidak hanya itu, pihaknya juga akan memfasilitasi portal tersebut dengan sistem chating, agar masyarkat dapat melakukan komunikasi mengenai destinasi wisata di Jabar.

"Selain itu, orang-orang juga bisa pesan tiket, mulai dari penginapan dan lain-lain melalui sistem tadi," katanya.

Menurut Setiaji, pengembangan sistem informasi pariwisata terpadu ini sangat memberikan kemudahan untuk wisatawan. Lantaran, para wisatawan tersebut dapat mengukur destinasi wisata mana yang paling pas untuk dikunjungi. 

"Kita ingin mengajak wisam (wisatawan mancanegara) juga supaya bisa berkunjung ke Jawa barat. Informasi wisata itu penting agar kita menginformasikan di sini ada wisata menarik. Sehingga merangsang orang untuk datang ke Jabar," paparnya.

Lebih lanjut, Setiaji katakan, pihaknya pun telah memiliki aplikasi informasi workshop dan berbagai kegiatan yang digelar di Jabar. Di mana masyarakat dapat mendaftar sebagai peserta workshop secara online. 

"Kemudian para peseta workshop ini pun dapat mengisi absensi secara online dan mendapat sertifikat elektronik," pungkasnya. 

Sebelumnya, Gubernur Ridwan Kamil menargetkan 49,8 juta wisatawan datang mengunjungi Jawa Barat sepanjang 2019. Target tersebut terdiri dari 48 juta wisatawan nusantara dan 1,8 juta wisatawan mancanegara.

Emil -sapaan akrab Ridwan Kamil- optimistis target terpenuhi seiring peluncuran West Java Calendar of Event 2019 atau Kalender Pariwisata Jabar 2019 pada Selasa (25/6/2019) lalu. Di mana kalender pariwisata tersebut menyajikan 262 agenda pariwisata, baik seni, budaya, kuliner, religi, dan lainnya.

"Target wisman 1,8 juta dan wisnus 48 juta di tahun 2019. Dengan kalender event Jabar ini diharapkan membawa dampak positif dan mencapai target tersebut," beberapa waktu lalu. 

Ke-262 event pariwisata akan digelar di seluruh Jawa Barat,  meliputi 35 event di Wilayah I terdiri dari Kota/kabupaten Bogor, Kota/Kabupaten Sukabumi, Cianjur, dan Depok.

Sementara 14 event di Wilayah II mencakup Kabupaten Purwakarta, Subang, Karawang, serta Kota/ Kabupaten Bekasi. Sebanyak 66 event di Wilayah III digelar di Kota/Kabupaten Cirebon, Indramayu, Kuningan, dan Kabupaten Majalengka.

Sementara 147 event di Wilayah IV  terdiri dari Kota/Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kota Cimahi, Kota/ Kabupaten Tasikmalaya, Sumedang, Garut, Ciamis, Pangandaran, dan Kabupaten Banjar. 

Seni masih menjadi andalan dengan 113 event pariwisata, disusul budaya 85 event, kuliner 83 event, olahraga 24 event, religi 6 event, dan pariwisata lainnya 11 event.

Dari 262 agenda pariwisata tersebut, ada enam event yang masuk 100 Indonesia Wonderful Calendar of Event 2019, yaitu Asia Afrika Festival, Mizan Al Sufi, Pesona Budaya Garut, Ciletuh-Palabuhanratu Geopark Festival, Tour de Linggarjati, dan Festival Budaya Cirebon.

"Event pariwisata ini sebetulnya ada ribuan tapi dikurasi lagi oleh kami mana yang skalanya profesional, melibatkan masyarakat, punya dampak ekonomi dan bercitra positif, maka inilah potensi unggulan pariwisata kebanggan Jabar," jelas Emil. (Rianto Nurdiansyah)

Loading...