PHRI Kabupaten Bogor Kritisi Rencana Kanalisasi 2:1 di Puncak

PHRI Kabupaten Bogor Kritisi Rencana Kanalisasi 2:1 di Puncak
Foto: Reza Zurifwan

INILAH, Cisarua - Sat Lantas Polres Bogor, Dinas Perhubungan Kabupaten Bogor, dan Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) melakukan uji coba kanalisasi 2:1, Sabtu (14/9/2019) lalu.

Rekayasa lalu lintas ini dilakukan untuk mengurai kemacetan di Kawasan Puncak. Walaupun belum ada kesimpulan, Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Bogor menilai langkah itu belum maksimal karena saat ini masih dilakukan pelebaran jalan.

"Proyek pelebaran Jalan Raya Puncak lan masih dikerjakan oleh Balai Besar Pembangunan Jalan Nasional (BBPJN) VI Kementerian Pekerjaan Umum dan Perahan Rakyat (KemenPU-Pera) hingga saya rasa tidak efektif apabila dilakukan uji coba kanalisasi 2:1," ucap Ketua PHRI Kabupaten Bogor Budi Sulistyo, Minggu (15/9/2019).

Terkait akan dilibatkannya polisi lingkungan warga (Polingga) dalam uji coba kanalisasi 2:1 dan honor mereka akan dibiayai oleh pihak hotel, restoran maupun objek wisata, PHRI mengaku sudah membuat kajian.

"PHRI sudah membuat kajian dimana ada 10 titik simpul kemacetan lalu dibutuhkan 40 Polingga untuk mengurai kemacetan dimana setiap shift diisi dua petugas, kalau hanya kami yang menanggung honor Polingga itu agak berat dan kami harap Pemkab Bogor ikut membiayai apalagi kami sebenarnya kan juga sudah membayar pajak," sambungnya.

Budi menjelaskan untuk rekayasa arus lalu lintas satu arah atau one way, jajarannya sudah mengusulkan agar waktunya ditetapkan hingga tidak merugikan restoran-restoran.

"PHRI sudah lama mengusulkan agar jam penerapan one way ditetapkanoleh Sat Lantas Polres Bogor hingga ada kepastian kapan waktunya naik atau turun, dan bukannya seperti saat ini yang kerap molor hingga arus kemacetan lalu lintas terurai," jelas Budi.

Sebelumnya, Sat Lantas Polres Bogor, Dinas Perhubungan Kabupaten Bogor dab BPTJ melakukan survey dan uji coba sistem kanalisasi 2:1. Sistem kanalisasi 2:1 ialah 2 jalur untuk kendaraan naik 1 jalur untuk kendaraan turun atau sebaliknya.

"Agar sistem kanalisasi 2:1 ini sukses dalam mengurai kemacetan lalu lintas kami membutuhkan bantuan Polingga, dimana 120  Polingga  honornya akan ditanggung oleh para pemilik hotel dan tempat hiburan secara swadaya melalui pendekatan pemberdayaan karena mereka yang mendapatkan banyak manfaat lancarnya lalu lintas ini," ucap Bambang.

Kasat Lantas Polres Bogor AKP M Fadli Amri yang memimpin langsung survey dan uji coba sistem kanalisasi ini memaparkan bahwa sistem baru ini merupakan solusi alternatif jangka pendek yang sebelumnya telah dirapatkan Pemkah Bogor, BPTH dan Sat Lantas  Polres Bogor.

“Hari ini kami bersama BPTJ melaksanakan pengamanan dan survey awal di Jalan Raya Puncak. Tujuannya adalah mencari solusi alternatif di Jalan Raya Puncak selain one way dan  pelaksanaan sistem kanalisasi 2:1 sebagai kebijakan alternatif mengurai kemacetan lalu lintas dj Jalan Raya Puncak“ papar AKP Fadli. (Reza Zurifwan)

Loading...