APTI Kabupaten Bandung Sambut Baik Rencana Kenaikan Cukai Rokok

APTI Kabupaten Bandung Sambut Baik Rencana Kenaikan Cukai Rokok
Foto: Dani R Nugraha

INILAH, Bandung - Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Kabupaten Bandung menyambut baik rencana pemerintah yang akan menaikan cukai rokok sebesar 23% pada 2020 mendatang. Pasalnya, kenaikan cukai tembakau akan berdampak terhadap kenaikan Dana Bagi Hasil Cukai Tembakau (DBHCT) yang bakal diterima pemerintah daerah. 

Dewan Pembina DPC APTI Kabupaten Bandung Alo Sobirin mengatakan, kenaikan cukai rokok dipastikan tidak akan berpengaruh terhadap para petani tembakau. Menurutnya, dalam hal ini yang akan terkena dampaknya adalah para produsen rokok.

"Justru kalau cukai naik yang diuntungkan adalah pemerintah daerah Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari DBHCT-nya naik. Begitu juga pengaruhnya untuk petani tembakau juga bagus, karena DBHCT itu kan semi blok grant 50% usulan kepala daerah dan 50% lagi hasil Musrembang khusus petani tembakau," kata Alo di Soreang, Minggu (15/9/2019).

Dikakatan Alo, setiap tahun DBHCT yang diterima Kabupaten Bandung terus meningkat. Mulai dari Rp4,5 miliar terus meningkat hingga Rp12 miliar pada 2019 ini. Sehingga, kenaikan cukai tembakau pada 2020 itu akan berpengaruh positif terhadap kenaikan DBHCT Kabupaten Bandung dan khususnya untuk para petani tembakau.

"Mengenai pengelelolaan dan pembagian DBHCT itu kan diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No 28 tahun 2017. Di sana diatur pengelolaan dan pembagiannya, termasuk kalau cukai naik yah pastinya DBHCT untuk daerah juga naik dong," ujarnya. 

Alo melanjutkan, saat ini luas pertanian tembakau di Kabupaten Bandung kurang lebih seluas 1.200 hektare. Lahan pertanian tembakau ini memang tidak diperbolehkan untuk diperluas. Lahan pertanian tembakau ini tersebar di 17 kecamatan di antaranya ada di Kecamatan Cilengkreang, Cimeunyan, Cikancung, Nagreg, Pangalengan, Ciwidey, Rancabali dan lainnya.

"Tembakau dari kita di sini sebenarnya tidak banyak yang masuk ke industri rokok. Sebagian besar tembakau kita itu diolah dan dijual langsung ke konsumen menjadi tembakau mole. Adapun yang masuk ke pabrikan rokok biasanya tidak langsung, tapi melalui bandar dari Temanggung," ujarnya. 

Alo melanjutkan, para petani di Kabupaten Bandung membudidayakan tembakau jenis Nani dan ada juga jenis Kumoloko yang merupakan bibit dari Temanggung dan berhasil dibudidayakan dengan baik di Kabupaten Bandung. (Rd Dani R Nugraha)

Loading...