KSU Karya Mandiri Ajak Masyarakat Geser Budaya Meminjam Jadi Menabung

KSU Karya Mandiri Ajak Masyarakat Geser Budaya Meminjam Jadi Menabung
Foto: Rizki Mauludi

INILAH, Bogor - Koperasi Serba Usaha (KSU) Karya Mandiri menggalakkan program gerakan menabung Rp1.000 per hari bagi masyarakat berpenghasilan rendahdi Bogor Raya khususnya kaum perempuan. Program tersebut bertujuan menjadikan aktifitas menabung sebagai budaya dan menggeser budaya meminjam.

Ketua KSU Karya Mandiri Atty Somaddikarya mengatakan, budaya gotong royong menjadi andalan utama KSU ini dalam meringankan beban anggota yang membutuhkan. Dengan cukup membayar iuran Rp1.000 per bulan, anggaran ini sebagai bentuk kepedulian dan perhatian.

"Program ini juga sebagai wujud berbagi untuk meringankan beban sesama anggota, khususnya anggota perempuan yang meninggal dunia sebagai dana duka. Termasuk kejadian tak terduga seperti bencana. Program ini menumbuhkan rasa kepeduliaan yg tinggi terhadap sesama," kata Atty, Senin (16/9/2019).

Atty melanjutkan, sejauh ini KSU Karya Mandiri menjadi koperasi satu-satu nya di Kota dan Kabupaten Bogor yang beranggotakan 95% kaum perempuan. Jumlahnya menembus angka 15 ribu anggota perempuan aktif dan tercatat sebagai anggota dengan tabungan wajib Rp10 ribu per bulan.

"Berdiri sejak 1995, koperasi ini bergerak dalam gerakan budaya menabung minimal Rp1.000 per hari. Saat ini, KSU Karya Mandiri memiliki satu kantor pusat dan 10 kantor cabang di Kota dan Kabupaten Bogor. Kami memiliki program unggulan yaitu pinjaman tanpa bunga bagi perempuan pelaku UMKM setelah menjadi anggota selama 6 bulan dengan syarat dan ketentuan yang berlaku," bebernya.

Atty menjelaskan, sangat mudah menjadi anggota KSU Karya Mandiri, cukup mendaftar pada kordinator yang terpilih berdasarkan musyawarah mufakat di wilayah basis RT/RW. Masyarakat atau anggota biasanya menunjuk satu orang yang dianggap jujur dan amanah yang dapat mempertanggungjawabkan kepercayaan anggotanya secara hukum, dunia dan akhirat.

"Selanjutnya, sebagai bukti menjadi anggota, akan mendapatkan buku tabungan secara gratis. Bagi anggota perempuan yang statusnya sudah menikah, wajib memiliki tabungam pokok dan wajib serta tabungan sukarela atas izin suami," jelasnya.

Atty menegaskan, nantinya, sisa hasil usaha (SHU) diberikan dalam bentuk sembako murah, bakti sosial dan program kemanusian yang disepakati dalam rapat anggota tahunan (RAT).

"Rajin menabung tidak akan jatuh miskin, sebaliknya akan jatuh miskin jika tidak punya tabungan," pungkasnya. (Rizki Mauludi)

Loading...