Bangunan Pasar Desa Sukajaya Caringin Ambruk, 7 Orang Cedera

Bangunan Pasar Desa Sukajaya Caringin Ambruk, 7 Orang Cedera
Foto: Zainulmukhtar

INILAH, Garut - Sedikitnya seorang warga sedang bertransaksi dagang mengalami cedera berat, dan enam orang lainnya terluka ringan ketika tiba-tiba bangunan pasar desa di RT 05 RW 03 Kampung Cinta Asih Desa Sukajaya, Kecamatan Cisewu, Kabupaten Garut ambruk, Senin (16/9/2019) sekitar pukul 06.45 WIB.

Korban luka berat yakni Tarsini (30) warga pembeli asal Kampung Daya Mekar RT 01 RW 02 Cisewu. Dia mengalami luka di bagian kepala, dan kaki. Kini dia mendapatkan perawatan intensif di Puskesmas Cisewu.

Sedangkan, enam korban luka ringan yakni Muhamad Fadil Ramadan (30) warga Kampung Daya Mekar RT 01 RW 02 Desa Sukajaya Cisewu  mengalami luka di bagian mulut, Kodir (26) pedagang asal RT 02 RW 04 Caringin mengalami luka di bagian punggung, dan Yeti (45) pembeli asal Kampung Sukamulya RT 06 RW 08 Desa Sukajaya Cisewu mengalami luka di bagian dahi.

Selain itu, Muhamad Ehab pedagang asal Bungbulang mengalami luka ringan di bagian pinggang, Karsini (32) pembeli asal Kampung Daya Mekar RT 04 RW 06 Cipanas Desa Sukajaya Cisewu mengalami luka di bagian kepala serta punggung, dan Sartilah warga asal Desa Sukarame Caringin.

Kejadian bermula ketika sekitar pukul 06.30 WIB, saat warga sedang ramai bertransaksi di pasar. Tiba-tiba, bangunan fondasi pasar yang terbuat dari kayu tersebut ambruk dan menimpa beberapa orang di bawahnya yang tak sempat menghindar.

Diduga bangunan pasar ambruk terpicu robohnya tiang bangunan pasar akibat terdorong warga yang sedang ramai berbelanja. Bangunan satu roboh menimpa dua bangunan berikutnya yang berurutan ikut ambruk.

Warga pun sibuk menyelamatkan mereka yang tertimpa bangunan pasar tersebut, dan mengevakuasinya ke poliklinik desa setempat. Salah seorang di antaranya, yakni Tarsini kemudian dibawa ke Puskesmas untuk mendapatkan perawatana lebih lanjut karena mengalami luka berat. Sedangkan mereka yang terluka ringan, setelah ditangani, sudah diperbolehkan pulang ke masing-masing rumahnya.

“Bangunan pasar ini memang sudah tua, dan rapuh. Sehingga rentan roboh jika terkena angin besar, atau dorongan sedikit saja. Bahkan mudah terbakar juga. Bangunan pasar ini ada tiga lokal diisi 30 unit kios,” kata Kaur Pemerintahan Desa Sukajaya Lilit.

Salah seorang pemilik kios, Dedek Isra berharap guna mencegah berulangnya kejadian tersebut Pemkab Garut sebaiknya melakukan uji kelaikan atas keadaan bangunan pasar yang memang berbahankan kayu-kayu yang kini dinilai sudah rapuh.

Pasar desa itu diakuinya beroperasi sejak 2000 lalu. Pasar dibuka setiap sepekan sekali, yakni hari Senin.

“Masih ada tiga lokal di pasar ini yang ditempati 20 pedagang. Kita harap semuanya berhati-hati pada hari pasar karena bangunan yang sudah rapuh ini dikhawatirkan berpotensi roboh,” ujar Danramil 1123/Cisewu Kapten Arm Hariyanto.

Pasca kejadian tersebut, rencananya warga akan melakukan pembersihan material bangunan pasar yang roboh itu. (Zainulmukhtar)

Loading...