33 Investor Ogah Masuk Indonesia, Mendag Mengaku Dimarahi Jokowi

33 Investor Ogah Masuk Indonesia, Mendag Mengaku Dimarahi Jokowi
Foto: Syamsuddin Nasoetion

INILAH, Bandung - Beberapa waktu lalu, Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita mengaku ditegur Presiden RI Joko Widodo (Jokowi). Hal itu dikarenakan 33 investor relokasi dari Cina tidak ada satu pun yang masuk ke Indonesia.

Demikian disampaikan Mendag Enggar usai menjadi narasumber pada seminar di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Senin (16/9/2019).

"Dari Cina ada relokasi 33 investor. Dari total tersebut, 23 investor masuk Vietnam tapi 10 investor tidak masuk ke Indonesia. Itulah kenapa bapak Presiden marah kepada kami, kepada para pembantunya," ucap Enggar.

Enggar menjelaskan, pemerintah mengharapkan kucuran investasi asing untuk mengantisipasi krisis ekonomi global dampak dari perang dagang Amerika Serikat dan Cina. Selain melalui investasi nasib ekonomi indonesia dapat ditolong dengan bertambahnya nilai ekspor. Maka itu tidak heran jika Presiden Jokowi menuntut banyaknya investasi asing dan aktivitas ekspor.

"Pemerintah memprediksi krisis ekonomi global akan terjadi 1 sampai 1,5 tahun ke depan," ujar Enggar.

Enggar menduga, para investor mungkin melihat ada beberapa permasalah di Indonesia. Satu diantaranya permasalahan birokrasi perizinan.

Menururtnya, permasalahan perizinan atau birokrasi di pemerintah pusat sudah sangat baik dalam menggaet investor asing untuk masuk ke Indonesia. Namun, birokrasi di pemerintah daerah kerap kali membuat investor kesulitan dalam mendapatkan perizinan.

"Kita berikan berbagai faslitas di pemerintah pusat, tapi begitu masuk ke daerah panjang urusannya," tutur Enggar.

Birokrasi perizinan yang sulit pun pernah dialami langsung oleh Enggar. Hal itu terbukti ketika dirinya membangun hotel. Peraturan yang berbelit-belit. Bahkan untuk pengadaan eskalator (tangga berjalan) di hotel saja memerlukan izin dari dinas tenaga kerja.

"Saya bangun hotel, ini mau buang air limbah. Berbuat baik nih air limbah supaya enggak digelontorin di got, di kali, izinnya dari cipta karya. Izin kemudian dari dinas lingkungan, karena ini menyangkut bawa alat segala macam, harus ada izin dari dinas tenaga kerja. Kita mau bikin ekskalator, harus ada izin dari dinas tenaga kerja. Apa urusannya ekskalator sama dinas tenaga kerja," papar Enggar.

Oleh karena itu, Enggar menegaskan, pemerintah saat ini sedang melakukan evaluasi terkait birokrasi yang berbelit-belit. Sehingga, dikemudian hari tidak terjadi lagi gagalnya indonesia mendapatkan investor asing.

"Regulasi harus diubah. Bapak presiden sudah meminta kita, setiap minggu ada laporan peraturan yang menghambat dan kita harus memyelesaikannya," ungkap Enggar.

Selain birokrasi, Enggar menyebutkan ada beberapa faktor yang membuat investor asing enggan menanamkan modalnya di Indonesia. Di antaranya, Enggartiasto mencontohkan kondisi politik di Indonesia yang bikin mereka khawatir.

"Di sini buruh demo cuma 50 orang, dibilangnya 5 ribu orang. Itu dipersoalkan oleh investor. Metro, Kompas TV, meliputnya begitu. Repot juga kita," pungkasnya.

Perlu diketahui, terdapat 33 perusahaan terbuka asal Cina yang memutuskan untuk pindah dari negeri tersebut. Namun tak ada satu pun dari perusahaan yang memilih Indonesia sebagai tempat untuk berinvestasi. Secara rinci disebutkan, sebanyak 23 perusahaan memilih pindah ke Vietnam dan mendirikan bisnis di sana. Sisanya, 10 perusahaan pindah ke Malaysia, Kamboja, dan Thailand.

Presiden Jokowi pun mengeluh tidak ada satu pun perusahaan Cina yang mau relokasi dari Negeri Tirai Bambu ke Indonesia dalam dua bulan terakhir. Menurutnya, perizinan yang berbelit-belit membuat investor enggan memindahkan basis produksinya ke Indonesia. (Ridwan Abdul Malik)

Loading...