Wisuda STP Bandung, Wonderful Human Resources 4.0

Wisuda STP Bandung, Wonderful Human Resources 4.0
Menteri Pariwisata Arief Yahya hadir dalam pelaksanaan wisuda tahun 2019 STP (Sekolah Tinggi Pariwisata) NHI Bandung, Senin (16/9/2019). (Valentinus YP)
Wisuda STP Bandung, Wonderful Human Resources 4.0
Wisuda STP Bandung, Wonderful Human Resources 4.0

INILAH, Bandung - Menteri Pariwisata Arief Yahya hadir dalam pelaksanaan wisuda tahun 2019 STP (Sekolah Tinggi Pariwisata) NHI Bandung yang mengusung tema Wonderful Human Resources 4.0 di Dome Malabar, Jalan Dr Setiabudhi 186, Kota Bandung, Senin (16/9/2019).

Peserta wisuda sebanyak 610 orang terdiri dari 28 orang lulusan Pascasarjana, 60 orang lulusan Strata 1, 191 orang Lulusan Diploma IV, dan 331 orang lulusan Diploma III. 

“Terkait dengan pengembangan pariwisata atau tourism 4.0, menurut Arief Yahya, adalah tourism yang digital dan milenial, karenanya STP Bandung dan enam perguruan tinggi pariwisata lainnya di Indonesia  harus ada kurikulum digital dan milenial,” pesan Arief Yahya kepada INILAH, di sela-sela acara wisuda.

Pada kesempatan itu, STP Bandung memberikan penghargaan kepada Wisudawan Terbaik Tahun 2019 yaitu Achmad Rifqi yang lulus dengan pujian (IPK 3,74), Zero Absensi 2015, 2016, & 2017 dan Penghargaan.

Penghargaan yang pernah diraih, yaitu Champion of The Year for FITE 2016, Best Speaker for English Debate Competition at Telkom University 2015, Outstanding Research Article, Summer Course at University of Anger France dan Thesis Research in Collaboration dengan Balai Besar Taman Nasional Teluk Cenderawasih.

Berdasarkan hasil Tracer Study tahun 2019 untuk Cohort 2018 sebanyak 23% telah memperoleh pekerjaan sebelum lulus dan sisanya sebanyak 77% memperoleh pekerjaan setelah lulus dengan masa tunggu pekerjaan selama 3,3 bulan. 

Lulusan yang bekerja di luar negeri sebanyak 12% dan sisanya 88% di dalam negeri dengan sebaran di industri pariwisata sebesar 81% dan non pariwisata 19%.

Pada tahun 2019, STP NHI Bandung telah melahirkan 92 orang yang tergabung dalam Batch IV atau 13,2% dari total mahasiswa TA 2018-2019 yang mengikuti Program Inkubasi Wirausaha.

Terkait dengan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata, Arief Yahya menambahkan, Pemerintah Indonesia dalam hal ini Kementerian Pariwisata sedang membangun sepuluh Bali baru di seluruh Indonesia. Sekarang ini, sudah menetapkan 5 destinasi superprioritas.

“Sampai di mana kemajuannya? Berdasarkan Instruksi Presiden Jokowi, tahun 2020 ini, semua infrastruktur dan utilitas dasar di 5 destinasi superprioritas harus selesai. Apa itu, yaitu jalan, air, listrik, internet, pengolahan sampah, air kotor dan air bersih, harus selesai dalam tahun itu,” tuturnya.

5 (lima) destinasi itu adalah Danau Toba (Sumatera Utara), Borobudur (Jawa Tengah), Mandalika (NTB), Labuhan Bajo (NTT), dan Likupang (Sulawesi Utara).

“Jawa Barat sendiri kita beruntung, begitu Pak Ridwan Kamil dilantik menjadi gubernur, beliau telah menetapkan bahwa Jawa Barat sebagai Provinsi Pariwisata. Jawa Barat selama ini telah mengusulkan 7 destinasi ke Kemenpar dan yang lulus dua yaitu Pangandaran dan Cikidang, diharapkan tahun ini keduanya menjadi kawasan KEK Pariwisata terbaru,” pungkas Arief Yahya. (sur)

Loading...