Polres Bogor Selidiki Kasus Pelemparan Bus Persib Bandung

Polres Bogor Selidiki Kasus Pelemparan Bus Persib Bandung
Kapolres Bogor AKBP Andi Muhammad Dicky Gading Pastika. (Reza Zurifwan)

INILAH, Bogor - Kasus pelemparan bus Persib Bandung usai melakoni laga imbang 1-1 melawan PS Tira Persikabo pada Sabtu (14/9/2019) malam di Jalan Raya Altermatif Kandang Roda Sentul, masih diselidiki Satuan Reskrim Polres Bogor.

"Jajaran Sat Reskrim Polres Bogor masih mencari oknum provokator yang melakukan pelemparan bus Persib Bandung dengan menggunakan batu," ujar Kapolres Bogor AKBP Andi Muhammad Dicky Gading Pastika kepada wartawan, Selasa (17/9/2019).

Mantan Kapolres Karawang ini mengaku kesulitan karena oknum provokator tersebut dalam menjalankan aksinya menggunakan metode hit and run atau sehabis lempar batu ke bus Persib Banding langsung lari.

"Apa yang dilakukan oleh oknum provokator tersebut sangat membahayakan karena bisa saja supir bus panik hingga menimbulkan kecelakaan beruntun hingga melukai korban bahkan bisa menyebabkan korbannya meninggal dunia. Kalau sudah terjadi dan oknum provokator tertangkap polisi baru deh dia menyesal. Saya harap aksi jahat ini tidak terjadi lagi," sambungnya.

AKBP Dicky menuturkan, jajarannya sudah maksimal dalam mengamankan pertandingan antara PS Tira Persikabo dengan Persib Bandung, mulai dari sebelum hingga pasca pertandingan.

"1.800 personil petugas kepolisian sudah maksimal dalam mengamankan pertandingan derbi Jawa Barat ini, termasuk mengamankan oknum suporter yang membawa senjata tajam. Jika pertandingan sepak bola selalu berujung keributan dan menyebabkan orang meninggal dunia maka kami akan mengevaluasi perizinan pertandingan sepak bola di laga berikutnya," tutur AKBP Dicky.

Dia melanjutkan, sebenarnya jajaran Polres Bogor sudah menyiapkan mobil barracuda untuk mengangkut rombongan Persib Bandung namun tawaran itu ditolak oleh manajemen.

"Alasan manajemen Persib Bandung menolak diangkut mobil barracuda karena berpikir positif  dan merasa akan aman-aman saja, ternyata ketika di Jalan Raya Alternatif Kandang Roda Sentul ada oknum provokator yang melempar batu ke bus rombongan Persib dan melukai kepala pemain asing asal Filipina Omid Nazari," lanjutnya.

Sebelumnya, Manajer Persib Bandung Umuh Muchtar mengecam insiden pelemparan bus Persib Bandung usai melakoni laga imbang 1-1 melawan PS Tira Persikabo pada Sabtu (14/9/2019) malam.

Perbuatan orang tak dikenal itu, dinilai manajer Maung Bandung --julukan Persib Bandung, sangat tidak terpuji karena Omid Nazari dan Febri Haryadi harus terluka akibat insiden tersebut.

Manajemen klub, disebut dia, akan segera membuat laporan terkait peristiwa tersebut. Laporan itu, ditambahkan dia akan ditujukan kepada PSSI dalam waktu dekat ini.

"Juga kepada PT LIB kita akan segera buat laporannya. Karena mereka harus tahu bahwa siapapun yang bertanding harus mendapat pengawalan ketat. Ini harus menjadi perhatian dan contoh untuk semua," ucapnya.

Namun demikian, Umuh mengingatkan agar pendukung Persib Bandung tidak terbawa suasana dan tetap beretika. Kata dia, biarlah semua proses diserahkan kepada pihak terkait.

"Saya memohon kepada semua Bobotoh jangan saling balas membalas, agar semua tetap kondusif. Dan mudah-mudahan dari pihak manapun jadi malu, bahwa Persib dan bobotohnya itu tetap santun," ujar dia.

Senada dengan Umuh Muchtar, Direktur Keuangan PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) Teddy Tjahjono ikut mengecam tindakan anarki tersebut. Surat protes tengah disiapkan pihaknya.

"Kita lagi siapkan surat protes ke PT LIB yang menyatakan bahwa kejadian ini sudah kelewatan. Ini kan rivalitas dan kemudian mencederai pemain. Kita akan berkirim surat ke liga supaya ada tindakan untuk mengedukasi," kata Teddy.

Dia berharap, kejadian serupa tak kembali terulang di masa mendatang. Dia pun menaruh harapan bahwa akan adanya sebuah tindakan hukum agar memberikan efek jera.

"Ini kan sudah menyangkut ranah pidana bahwa harus dilaporkan ke pihak berwenang untuk memberikan efek jera meskipun untuk mencari pelakunya tidak mudah. Tetapi kalau ketahuan harus diproses secara hukum," tandasnya. (Reza Zurifwan)

Loading...