Sikap Kami: Semangat dari Jokowi

Sikap Kami: Semangat dari Jokowi

KEMARIN, melalui rubrik kecil ini, kami menyarankan Presiden Joko Widodo mengunjungi Sumatera dan Kalimantan, dua wilayah yang terpapar kabut asap. Tadi malam, Presiden sudah sampai di Riau dan melakukan rapat koordinasi di Pekanbaru.

Kita apresiasi langkah Jokowi ini meski alangkah baiknya dilakukan di awal-awal kabut asap membuat warga sebagian wilayah Sumatera-Kalimantan menderita. Sebab, kedatangan presiden di wilayah tersebut memang sangat dibutuhkan.

Salah satu yang penting, menurut kami, kehadiran Jokowi memberikan semangat kepada warga korban kabut asap bahwa pemerintah bersama mereka. Warga sudah menantikan kedatangan presiden, bukan para menteri. Bisa jadi, mereka berharap, kedatangan presiden bisa membuat proses pemadaman kebakaran hutan dan lahan bisa dipercepat, seperti karhutla sebelumnya.

Permintaan warga agar Jokowi, presiden sekarang dan presiden lima tahun ke depan, mengunjungi kawasan terpapar asap, sudah cukup lama mereka sampaikan. Kalau kita lihat, akun medsos presiden seperti Twitter, dijejali komentar-komentar meminta presiden datang.

Dalam proses percepatan penanganan karhutla, Presiden juga bisa memberikan langsung instruksi setelah menyaksikan kebakaran dengan mata kepala sendiri. Bisa pula, misalnya, presiden memerintahkan menteri terkait mempercepat proses sanksi bagi beberapa koorporasi yang sudah jadi tersangka karhutla.

Kita pun melihat kedatangan Jokowi akan menambah energi bagi aparat-aparat, baik TNI, Polri, BNPB, BPBD yang sudah berhari-hari bertarung melawan api. Siang malam berjibaku memadamkan kebakaran, kadang dengan peralatan seadanya.

Yang tak kalah pentingnya, tentulah melakukan evaluasi terhadap upaya yang sudah dilakukan selama ini. Siapa tahu, Jokowi, setelah melihat langsung kondisi di lapangan, betul-betul menjatuhkan sanksi kepada aparat yang tak becus, sekaligus memberikan apresiasi terhadap mereka yang sudah bersusah payah mencegah dan memadamkan api.

Kami meyakini, kedatangan Jokowi ke lokasi karhutla, pastilah akan sangat bermakna. Tentu, kami juga memiliki keyakinan Presiden tak hanya akan meninjau Riau, melainkan juga wilayah lain seperti Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, dan termasuk Kalimantan Timur yang dia siapkan jadi ibu kota baru negeri ini. Sebab, karhutla dan kabut asap juga melanda Penajam Paser Utara yang baru ditunjuk sebagai pengganti Jakarta. (*)
 

Loading...