Bahaya Ikan Predator di Jabar, Ini Imbauan Dinas

Bahaya Ikan Predator di Jabar, Ini Imbauan Dinas
ikan aligator/net

INILAH, Bandung - Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Jabar Jafar Ismail mengimbau masyarakat agar segera menyerahkan ikan invasif atau spesies asing kepada dinas maupun stasiun karantina. Hal itu menyusul kian maraknya ikan predator diperjualbelikan di tengah masyarakat.

Diketahui, sesuai peraturan Menteri Kalautan Dan Perikanan Nomor 41/2014 terdapat 152 jenis ikan yang dilarang masuk ke perairan Indonesia. 

"Kami mengimbau masyarkat untuk melaporkan ke kita, baik itu provinsi, ke dinas kabupaten/kota atau ke badan karantina agar ikan buas itu kita musnahkan," ujar Jafar, Selasa (17/9/2019).

Di Jabar, dia menyebutkan sempat ditemukan ikan jenis aligator yang tertangkap nelayan di Waduk Jatiluhur pada akhir 2011 lalu. Ikan endemik sungai hutan hujan tropis Amazon tersebut dianggap berbahaya karena bisa mengganggu kelestarian sumber daya perairan dengan memangsa ikan liar lain.

Diduga, penemuan ikan buas tersebut lantaran ada oknum yang memelihara ikan aligator dalam keramba jaring apung.

"Pernah kejadian di Jatiluhur itu ada ikan (predator) sampai menimbulkan korban masyarkat juga," ucap dia. 

Jafar menyampaikan, pihaknya khawatir bilamana ikan predator yang dipelihara oleh masyarkat tersebut lepas lantas terbawa hingga perairan yang ada di Jabar. Hal tersebut akan menganggu habitat ikan, bahkan merugikan para nelayan maupun petambak. 

"Takutnya tidak terkendali oleh si pemelihara ya, kalau sudah besar mungkin jaring ikannya dimakan dia bisa lepas ke danau atau perairan umum. Nanti habitat ikan di sini habis," paparnya.

Jafar menyebutkan, ikan berbahaya ini disita melalui Badan Karantina Ikan Pengendalian Mutu (BKIPM). Terhitung dari 12 Januari 2018 hingga 23 Agustus 2019, Stasiun Karantina Ikan Kelas II Bandung telah menyita 446 ekor ikan invansif. Jenis ikan yang disita terdiri dari aligator hingga piranha.

"Di Jabar, stasiun karantina ikan ini adanya di Bandung dan Cirebon," Katanya. 

Sementara, di Stasiun Karantina Ikan Kelas II Cirebon telah mengamankan 35 ikan aligator terhitung sejak 5 Juli 2018 hingga 27 Juli 2018. Ikan-ikan tersebut dimusnahkan dengan cara diawetkan atau anestesi dan dikubur.

"Yang sangat kita khawatirkan itu menyerang kepada manusia juga. Nanti kalau ikannya lapar bisa ke manusia. Karena ini pernah kejadian," pungkasnya. (Rianto Nurdiansyah) 

Loading...