Ini Perbedaan Asteroid, Komet, dan Meteor

Ini Perbedaan Asteroid, Komet, dan Meteor
Ilustrasi/Net

DALAM Tata Surya terdapat miliaran atau mungkin triliunan benda langit yang mengorbit pada matahari. Ada komet, asteroid, meteorid, dan yang mencapai Bumi adalah meteor atau meteorit.

Namun, apa beda asteroid, komet, serta meteorid, meteor, dan meteorit? Berikut penjelasannya seperti dikutip dari Live Science:

Asteroid

Asteroid disebut juga planet minor atau planetoid. Asteroid berukuran lebih kecil dibanding planet, tapi lebih besar dibanding meteorid.

Asteroid terkecil ukurannya satu meter dan asteroid terbesar, Ceres, diameternya 950 kilometer atau hampir seperempat Bumi.

Sebagian besar asteroid berbentuk lonjong dan memiliki banyak kawah, hasil tabrakan dengan asteroid lain.

Hanya beberapa asteroid besar yang bentuknya mirip bola, salah satunya Ceres.

"Asteroid terdiri dari tanah liat dan batu silikat. Ada juga yang kombinasi antara logam terang dan padat seperti besi atau nikel," ungkap NASA.

Karena merupakan sisa bebatuan dari pembentukan Tata Surya, kebanyakan asteroid berada di sabuk asteroid antara Mars dan Jupiter.

Secara visual, asteroid berbeda dengan komet.

Komet

Komet lebih mirip bola saju luar angkasa yang mengandung es dan debu. Komet sudah terbentuk sejak Tata Surya lahir, atau sekitar 4,6 miliar tahun lalu.

Kebanyakan komet mengorbit di bagian luar tata surya, berada di luar area planet Neptunus.

Di masa lalu, komet dipercaya sebagai kabar kematian pangeran atau hasil perang.

Seiring perubahan zaman, astronom modern sadar bahwa komet merupakan benda langit dan sisa-sisa bahan pembentuk Tata Surya miliaran tahun lalu.

Astronom Fred Whipple adalah yang pertama mendeskripsikan komet sebagai bola salju gelap, dari debu beku.

"Perbedaan antara komposisi asteroid dan komet mungkin dipengaruhi oleh bagaimana dan di mana mereka dilahirkan," papar Prof Britt Scharringhausen, pakar astronomi dari Beloit College di Wisconsin, AS.

"Tata Surya terbentuk dari nebula matahari, awan gas dan debu. Di pusat nebula, matahari dilahirkan melalui keruntuhan gravitasi. Karena reruntuhan ini melepaskan panas, wilayah pusat nebula lebih panas dan lebih padat, sedangkan daerah luar lebih dingin," lanjutnya.

Asteroid terbentuk di dekat pusat nebula panas, di mana hanya ada batuan atau logam solid di bawah suhu ekstrem.

Komet terbentuk di luar garis es, wilayah cukup dingin untuk air dan gas seperti karbon dioksida membeku.

Oleh karena itu, komet umumnya hanya ditemukan di ujung Tata Surya di dua daerah bernama Kuiper Belt dan Oort Cloud.

Meteorid, Meteor, dan Meteorit

Meteorid merupakan asteroid kecil atau remahan komet yang pecah. Ukuran meteorid mulai dari sebutir pasir hingga 1 meter.

Ketika meteorid bertabrakan dengan atmosfer planet, mereka akan menjadi meteor.

Kilat berapi yang dilepaskan meteor ketika mereka terbakar di atmosfer Bumi, bercahaya lebih terang dibanding Venus. Inilah mengapa meteor dijuluki bintang jatuh.

Para ahli memperkirakan lebih dari 43.500 kilogram material meteoritik jatuh ke Bumi setiap hari.

Dan jika meteor masuk ke atmosfer dan jatuh ke permukaan planet, benda itu berubah nama menjadi meteorit. [Inilahcom]

Loading...